PALAS - Petani cabai merah Desa Bandanhurip Kecamatan Palas saat ini belum bisa menikmati hasil yang memuaskan. Meski hasil panen cabai merah bisa mencapai 12 ton/hektarnya selama 25 kali pemetikan, namun saat ini harga cabai di tingkat petani berkisar Rp 9 ribu perkilogram. Biasanya petani menjual dengan harga Rp15-17 ribu rupiah/kilogramnya.
Muyoto (35), petani cabai mengatakan, lahan tanaman cabai merahnya sekitar satu hektar bisa menghasilkan 12 ton selama satu siklus penanaman. "Saat ini harga cabai merah masih sangat rendah dan belum ada peningkatan. Kalau harga cabai merah seperti beberapa waktu lalu (harga tinggi), sudah tentu kami petani cabai sangat diuntungkan," kata Muyoto, Sabtu (1/12).
Ia mengakui, dalam merawat tanaman cabainya membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra. Sebab, jika sampai terlambat memberikan pupuk dan melakukan penanganan maka akan berakibat fatal. Terlebih, cuaca yang terjadi saat ini kurang begitu normal.
"Kalau kami tidak ekstra menjaga tanaman cabai ini, maka kami akan mengalami kerugian yang sangat besar. Karena memang untuk menanam cabai merah ini membutuhkan modal yang sangat besar. Saya saja yang hanya menggarap satu hektar, bisa menghabiskan modal sekitar Rp 60juta dari awal pengolahan tanah sampai selesai panen,"ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Triono (26) petani cabai lainnya. Dia mengakui, untuk mendapatkan hasil cabai merah yang maksimal, dirinya harus meluangkan waktu untuk menjaga tanaman cabainya. Bahkan, pada saat malam hari dirinya selalu melakukan pengecekan pada tanaman cabainya.
"Mungkin dengan cara seperti ini, tanaman cabai merah yang saya jaga bisa berhasil. Sekarang ini baru pertama kali petik sudah mendapat 100 kilogram, kalau pemetikan yang ketujuh, hasilnya bisa mencapai 7 ton. Sedangkan masa petik capai sampai 25 kali dan diperkirakan akan mendapat hasil sebanyak 12 ton,"ujar Triono.
Lebih lanjut Triono menjelaskan, selama perawatan tanaman cabai merah, ia mengaku setiap empat hari sekali melakukan penyemprotan dan pupuk diberikan sebanyak empat kali dalam satu bulan. Ini dilakukan karena pihaknya tidak ingin rugi, kalau sampai tanaman cabainya harus mengalami gagal panen.
"Agar tanaman cabai terhindar dari penyakit, saya memeriksa satu-persatu pohon cabai saya, untuk memungut hama ulat yang dapat membuat tanaman cabai merah mati. Saat saya tanam sendiri di lahan seluas satu hektar, saya pernah mengalami gagal panen dan tidak satupun yang bisa diambil, makanya saya harus hati-hati sekali,"pungkasnya. (ams)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar