TANJUNGSARI - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdi) Kecamatan Tanjungsari telah mendata masyarakat dan para siswa di kecamatan itu yang dinilai buta huruf. Tujuannya, untuk mengurangi buta huruf di Kecamatan setempat.
KUPT Disdikpora Kecamatan Tanjungsari Munandar,S.Pd., mengatakan, sebagai data perbandingan untuk tahun 2011 jumlah penyandang buta huruf untuk kalangan masyarakat di Kecamatan Tanjungsari mencapai 174 orang.
Sedangkan anak-anak usia sekolah yang belum memiliki ijazah SMP dan SMA sebanyak 160 orang. Sedangkan untuk tahun 2012 terlihat ada pengurungan warga yang menderita buta huruf, terbukti tahun ini hanya 119 orang dari kalangan masyarakat.
"Untuk sambil berjalan pendataan ini kami juga akan lebih memperhatikan masyarakat yang memang masih belum memiliki ijazah serta masih adanya warga yang buta huruf di wilayah ini. Sehingga target untuk ahir tahun ini Kecamatan Tanjungsari Bebas buta huruf akan tercapai. Meskipun kita mengetahuinya bahwa itu sangat sulit,"kata Munandar, kemarin.
Ia juga mengatakan, selain pendataan pihaknya juga akan membahas permasalahan buta huruf ini ditingkat dewan guru, pengawas dan Penilik sekolah dikecamatan setempat."Jadi setidaknya guru, pengawas dan Penilik sekolah dapat membantu program pemberantas buta huruf ini. Sehingga dengan adanya koordinasi memang benar-benar sangat bermanfaat,"ujarnya.
Munandar mengatakan, upaya yang akan di lakukan pihanya pada tahun ini akan secara langsung mendatangi masyarakat agar bisa mengikuti pendidikan sesuai jenjang pendidikan yang belum dimilikinya."Tujuannya agar para siswa dapat memiliki ijasah dan masyarakat dapat membaca tulis dengan cara mengikuti pendidikan non formal Kejar Paket A,B,dan C,"katanya.
Dia menjelaskan, putus sekolah bagi anak-anak usia sekolah dikarenakan faktor ekonomi. Lebih lanjut ia menambahkan, warga yang usianya diatas 45 tahun yang mengalami buta huruf maka akan digolongkan di Pendidikan Keaksaraan.
"Rata-rata karena tidak memiliki biaya. Kebanyakan para orang tua merasa malu jika harus bergabung dengan siswa. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk memisahkannya,"pungkasnya.(ndi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar