Home » » 80 Transmigran Diberangkatkan

80 Transmigran Diberangkatkan

Written By Radar Lamsel on Senin, 03 Desember 2012 | 17.50

KALIANDA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) tahun ini kembali memberangkatkan 80 warganya sebagai transmigran ke Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
    
Pemberangkatan transmigran itu dilepas secara simbolis oleh Kepala Dinsosnakertrans Lamsel H. Zubaidi, SH, di Aula Dinas Kesehatan Lamsel, Jumat (30/11). "Kami berharap para transmigran asal Lampung Selatan bisa menjaga nama baik daerah dan secepatnya beradaptasi dengan warga setempat. Ini untuk kenyamanan bersama," ujar Zubaidi, usai melepas keberangkatan para transmigran, kemarin.
    
Ia menjelaskan, transmigrasi merupakan program nasional dalam rangka pemerataan jumlah penduduk dan upaya peningkatan taraf kesejahteraan bagi para transmigran. "Kami berharap para transmigran yang diberangkatkan tahun ini bisa mencapai kesuksesannya, seperti para transmigran sebelumnya," jelasnya.
    
Sementara, Kabid Transmigrasi Dinsosnakertans Lamsel I.Nyoman Suartana menuturkan, tahun ini pihaknya memberangkatkan 20 Kepala Keluarga (KK) berasal dari 15 desa yang terdapat di 8 kecamatan Se-Lamsel yaitu Kecamatan Natar, Jati Agung, Ketibung, Sidomulyo, Waypanji, Kalianda, Palas, dan Penengahan, dengan jumlah peserta transmigran sebanyak 80 jiwa.     "Pemberangkatan 20 KK sebagai transmigran ke Provinsi Kalteng tahun ini merupakan untuk yang ke lima kalinya," tuturnya.
    
Diungkapkannya, Pemkab Lamsel sebelumnnya telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab Gunung Mas untuk keberangkatan para transmigran asal Lamsel tersebut. "Ada kerja sama secara kelembagaan antara Pemkab Lamsel dengan Pemkab Gunung Mas, guna memastikan penempatan atau tempat tinggal bagi para transmigran. Selama setahun, biaya hidup para transmigran ini akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat," ungkapnya.
    
Dikatakannya, selain ditanggung biaya hidup selama setahun, masing-masing transmigran juga diberikan lahan seluas 2 hektare dengan rincian lahan tempat tinggal seluas 0,25 hektare, lahan siap tanam 0,75 hektare, dan lahan garapan seluas 1 hektare. "Mudah-mudahan dengan mengikuti program transmigran ini, mereka bisa hidup layak dan sejahtera, seperti apa yang diharapkan," katanya.
    
Secara terpisah, Sismanu, (45) salah seorang KK asal Desa Taman Sari Kecamatan Ketapang mengatakan, ia mengikuti program tranmigrasi ini karena ingin merubah nasib yang lebih baik. Pasalnya, selama tinggal di desanya ia dan keluarga merasakan sulit untuk meningkatkan perekonomian.
    
"Saya sudah memiliki tekad bulat untuk mengikuti program transmigrasi ini mas. Tujuannya tidak lain untuk memperbaiki perekonomian. Dengan harapan kedepan bisa merasakan hidup layak bersama keluarga," pungkasnya. (iwn)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website