KALIANDA – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Mungkin sepenggal kalimat itu bisa menjadi inspirasi terkait wacana relokasi pusat pemerintahan dari Kota Kalianda ke Kecamatan Jatiagung. Dan kalimat itu pula yang mungkin mendasari Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lamsel H. Antoni Imam, S.E ikut berkomentar mengenai wacana relokasi tersebut.
Antoni mengapresiasi wacana yang disampaikan masyarakat Jatiagung. “Karena datang dari masyarakat kami mengapresiasinya. Tapi yang perlu dikaji lebih dalam, penempatan Kalianda sebagai Ibu Kota dan pusat pemerintahan duhulu itu telah melalui proses pengkajian yang dalam,” kata Antoni dalam wawancara dengan Radar Lamsel.
Menurutnya, historis Kalianda menjadi Ibu Kota Kabupaten Lamsel telah tercatat dan kerap diuraikan setiap tahun pada HUT Kabupaten Lamsel. “Dahulu kan ada kajian yang dilakukan pemerintah daerah, pusat, provinsi dan akademisi,” ujarnya.
Kendati begitu, Antoni menilai subtansi wacana yang dimunculkan masyarakat Jatiagung itu adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau saya menilai ini adalah bentuk masukan agar Pemkab dan DPRD sama-sama memperbaiki kinerja kedepan. Yakni dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat diseluruh kecamatan meski rentan kendali wilayah sangat jauh,” ujar Wakil Ketua III DPRD Lamsel itu.
“Kalau saya menilai ini adalah bentuk masukan agar Pemkab dan DPRD sama-sama memperbaiki kinerja kedepan. Yakni dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat diseluruh kecamatan meski rentan kendali wilayah sangat jauh,” ujar Wakil Ketua III DPRD Lamsel itu.
Antoni berharap wacana yang muncul tidak menjadi perdebatan pepesan kosong diruang publik. Dia justru mengajak agar aparatur pemerintahan baik di eksekutif maupun legislatif sama-sama mengintropeksi agar peningkatan pelayanan kepada masyarakat bisa terus dilakukan.
“Ini juga menjadi masukan bagi kami dijajaran DPRD. Bagaimana mengefektivkan kinerja. Karenanya, dalam setiap agenda reses dewan yang dilakukan disetiap kecamatan, semua aspirasi masyarakat kami dengar,” pungkas Koordinator Komisi D DPRD Lamsel itu. (edw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar