CANDIPURO - Berniat memperbaiki kabel yang telanjang, Rahmat Ginanjar (24) tewas tersengat aliran listrik dirumah orangtuanya di RT 2 Dusun I, Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Kamis (29/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Jenasah anak ke 7 dari pasangan Odi Rosidin (68) dan Yuhana (65), dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Jum'at (30/11).
Saat ditemui dirumahnya, Minggu (2/11), Yuhana menceritakan awal mula anaknya bisa kesetrum listrik dan meninggal dunia. Saat itu, anaknya baru pulang dari sholat berjama'ah di Masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Ia mengatakan kepada anaknya kalau kabel menuju dapur lepas solasinya dan harus dirapikan agar tidak mengganggu. Bahkan ia sempat tiga kali memegang kabel tersebut namun tidak terjadi apa-apa dan saat anaknya yang memegang, justru ada aliran listriknya.
"Saya tadinya ngomong ke anak saya, kalau kabel yang menuju dapur sangat mengganggu dan tadinya mau saya benerkan sendiri. Tapi anak saya bersikeras mau memperbaiki kabel tersebut dan listrik dari pagi termisnya memang sudah dimatikan. Saya sudah tiga kali pegang kabel, tetapi tidak ada setrumnya. Makanya saya heran, begitu anak saya yang memegang langsung kesetrum,"ujar Yuhana.
"Begitu anak saya menjerit kesetrum, saya dan suami saya langsung menarik kabel dan akhirnya terlepas. Anak saya yang sudah pingsan, dibawa ke salah satu klinik kesehatan di Titiwangi dan kata dokternya sudah tidak bernyawa lagi. Makanya saya sedih sekali dengan nasib yang meninpa anak saya itu. Padahal anaknya yang masih bayi juga belum genap 100 hari meninggal dan kini malah bapaknya yang menyusul,"imbuhnya.
Sekretaris Desa Bumijaya, Sukamto mengaku sempat heran dengan termis yang sudah diturunkan sejak pagi, tetapi masih ada setrumnya saat dipegang oleh korban. Ia berharap, agar kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga dan warga berhati-hati saat memperbaiki aliran listrik. "Saya juga heran, kenapa masih ada setrumnya. Padahal menurut cerita orangtuanya, termisnya sudah dimatikan sejak pagi. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi dan masyarakat harus berhati-hati dan menyuruh ahlinya kalau mau memperbaiki listrik yang rusak dirumahnya,"kata
Sukamto.
Sukamto.
Kapolsek Candipuro, AKP. Suharyo membenarkan ada warga Bumijaya yang tewas terkena setrum aliran listrik. Kematian korban murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. "Memang ada yang tewas terkena setrum dan jenasah korban sudah dimakamkan oleh keluarganya. Harapan kami, warga harus hati-hati kalau mau memperbaiki listrik. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi dan mengakibatkan korban jiwa,"ujar Suharyo. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar