| Muris-murid SDN 1 Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo saat belajar di kelas yang selesai diperbaiki. |
SIDOMULYO - Sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang sekolahnya mendapatkan bantuan rehab, mengaku bersyukur. Pasalnya sekolah yang dulunya rusak dan setiap saat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM), kini tidak lagi dirasakan. Mereka berharap, dengan semakin bagusnya tempat belajar akan meningkatkan minat belajar demi menuju masa depan yang lebih baik.
Seperti yang dituturkan Agung (8) pelajar kelas III yang baru saja masuk ke kelas barunya. Selama ini ia belajar di kelas yang berlantaikan tehel dan sudah banyak yang berlubang. Sementara kelas lain ruangannya telah bagus dan berlantaikan keramik. Karena ruangannya sudah bagus, ia semakin betah tinggal dikelas dan mengikuti pelajaran dengan baik.
"Kalau dulu, ruangan kelas ini terlihat kurang nyaman dan banyak kerusakannya dan saat didandan, saya belajar dikelas lain. Tetapi setelah saya masuk sudah disuruh menempati kelas baru, rasanya senang sekali. Coba dari dulu sekolah ini didandan, kita pasti nyaman belajarnya dan sekarang saya dan teman-teman akan semakin rajin untuk belajar di sekolah,"ujar Agung didampingi gurunya Theodor Silalahi, Senin (7/1).
Kepala SDN 1 Sidorejo, Yaya, S.Pd mengakui, rehab lokal bangunan sebanyak 4 kelas telah selesai dikerjakan. Lokal yang direhab merupakan bangunan tahun 1984 dan belum pernah diperbaiki. Ia berharap dengan bangunan sekolah yang lebih layak, membuat proses kegiatan belajar menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Selama masih direhab bangunannya, anak-anak kita tempatkan di salah satu kelas dengan jadwal pagi dan siang. Bahkan saat pelaksanaan Ujian Semester kemarin, anak-anak melaksanakannya secara pagi dan siang. Kini setelah bangunan selesai dibangun, mereka bisa kembali ke ruangannya masing-masing dan belajar dengan tenang,"kata Yaya.
Ketua Komite SDN 1 Sidorejo, Antoni Imam, SE mengatakan, direhabnya bangunan sekolah menjadi keuntungan bagi para orangtua wali murid. Ia berharap bantuan yang diberikan secara stimulan oleh Pemerintah benar-benar dimanfaatkan oleh guru dan murid dalam meningkatkan mutu pendidikan.
"Ini bukan satu-satunya faktor, tetapi SDM juga harus ditingkatkan. Harapan saya bangunan yang sudah diperbaiki digunakan oleh guru dan murid dengan sebaik-baiknya. Apalagi upaya Pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur baik bangunan atau sertifikasi bagi guru, tentunya ini harus dibarengi dengan peningkatan kwalitas,"kata Antoni Imam.
Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sidomulyo, Surono, S.Pd mengatakan dari 24 SDN yang mendapatkan rehab bangunan kelas, membuat sekolah-sekolah khususnya SD tidak ada lagi yang rusak. Saat ini, rebah bangunan telah selelai 100 porsen dan dapat digunakan untuk KBM. Ia berharap, bangunan yang diperbaiki dijaga dengan sebaik mungkin.
"Kita beruntung bahwa sekarang ini tidak ada lagi sekolah rusak, karena sebagian besar telah dilakukan perbaikan pada tahun 2012. Harapan kami dengan sekolah yang bagus, murid dan guru dalam melaksanakan KBM semakin bersemangat. Tentunya hasil dari pendidikan selama di sekolah bisa meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mudah,"kata Surono. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar