TEGINENENG – Setelah sebelumnya hampir terlibat bentrok, dua desa yakni Desa Kejadian, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran dengan Desa Terbanggiagung, Gunungsugih, Lampung Tengah akhirnya sepakat damai. Perdamaian yang dilakukan di Balai Desa Kejadian kemarin, disaksikan langsung aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda dari kedua wilayah.
Dalam kesepakatan damai itu, diperoleh dua poin kesepakatan yang harus dilaksanakan dan diihormati oleh kedua belah pihak. Poin pertama, kedua pihak sepakat menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi secara kekeluargaan antara masyarakat Desa Kejadian, Tegineneng, Pesawaran dengan Desa Terbanggiagung, Gunungsugih, Lamteng.
Poin kedua, hal-hal lain yang belum terselesaikan terkait dengan masalah perdamaian ini akan diselsaikan di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Kedua poin diatas telah disepakati kedua belah pihak dengan pembubuhan tanda tangan, baik dari Kepala Kampung Terbanggiagung dan Kepala Desa Kejadian diikuti, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda dari dua wilayah yang bersitegang tersebut.
Dari unsur pemerintahan, Camat Gunung sugih Drs. Isbet Peko, M.M dan Camat Tegineneng Sakroni, S.Sos, M.IP, perwakilan koramil Natar Ipda Buang, Danramil Gunungsugih Kapten Imam Prayudi. Kemudian Kapolsek Tegineneng AKP E. Allagan, S.H dan Kapolsek Gunung Sugih Kompol Supiyono menjadi saksi perdamaian tersebut.
“Saya dan camat Gunungsugih mewakili Bupati menjadi saksi perdamaian tersebut. Setelah ini, mudah-mudahan bisa menjadikan masyarakat semakin dewasa dan terus menjaga kerukunan antarwarga,” kata Camat Tegineneng Sakroni seusai acara perdamaian kemarin.
Sementara itu, Kapolsek Tegineneng E. Allagan, S.H menegaskan, kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan akan menjunjung tinggi hasil perdamaian yang telah disepakati bersama. “Pada intinya mereka sudah saling memaafkan, dan diharapkan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Allagan mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi apabila ada permasalahan antara warga. Pihaknya pun menegaskan, ke depan akan terus mengantisipasi supaya lingkungan masyarakat tetap dalam suasana kondusif. “Dengan perdamaian ini diharapkan bisa menjadi contoh oleh warga lainnya bahwasannya masyarakat kita tak mudah terpovokasi sehingga kehidupan bermasyarakat bisa selalu dalam suasana aman, nyaman dan tentram,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, dua desa tersebut nyaris terlibat bentrok setelah warga dari Desa Kejadian mengaku dipukul oleh warga Desa Terbanggiagung. Lantaran tak terima, pada Jum'at malam (28/12) sekelompok warga Desa Kejadian dikabarkan akan menyerang Terbanggiagung. Beruntung unsur pemerintah setempat dibantu aparat kepolisian dan Tentara masih bisa mencegah terjadinya aksi warga itu sehingga kondisi berangsur kondusif dibarengi dengan bubarnya sekelompok warga yang pulang ke kediaman masing-masing. (Rdo)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar