GEDONGTATAAN – Pada Kamis (27/12), Pemkab Pesawaran mendapatkan bantuan kapal puskesmas keliling (pusling) dari Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hingga kemarin, kapal yang difungsikan untuk melayani kesehatan masyarakat yang tinggal di kepulauan itu belum dioperasikan. Penyebabnya, dana operasional kapal itu belum teranggarkan dalam APBD Pesawaran 2013.
Terkait permasalahan itu, Ketua Komisi C DPRD Pesawaran M. Nasir mengaku belum mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran selaku pengelola kapal tersebut. ”Jadi, kini kami menunggu koordinasi Diskes terkait permasalahan itu,” ujarnya.
Menurutnya, jika Diskes segera berkoordinasi dengan komisi C, dicarikan solusi untuk dana operasional kapal itu. ”Jika sampai pekan ini Diskes tidak juga berkoordinasi, kami akan bahas di internal komisi pada Senin (7/1). Selanjutnya akan diagendakan hearing untuk mencari solusi agar kapal itu beroperasi,” tuturnya.
Dia menambahkan, salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan dana talangan yang akan diganti melalui dana APBD Perubahan 2013. ”Tapi, sebelum itu, kami harus mengetahui dahulu secara rinci apa saja yang dibutuhkan untuk pengoperasian kapal tersebut,” ucapnya.
Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan Diskes Pesawaran Widodo mengatakan, kini Diskes tengah berusaha memperjuangkan penganggaran dana operasional kapal pusling pada evaluasi APBD Pesawaran 2013 di Pemprov Lampung.
Dia juga memastikan hari ini akan berkoordinasi dengan komisi C agar kapal itu bisa beroperasi sejak awal tahun ini. ”Yang pasti, kapal itu akan melayani kesehatan warga di Pulau Legundi, Pagarjaya, dan Pahawang selama tiga kali dalam sebulan dengan perkiraan kebutuhan bahan bakar jenis premium sebanyak 200 liter per hari,” ucapnya.
Diketahui, kapal pusling jenis boat itu kini ditambatkan di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Padangcermin. Pada kapal itu sudah terdapat alat kesehatan. Di antaranya tempat tidur, tabung oksigen, obat-obatan, empat kursi pasien, selang infus, dan tempat persalinan. Di bagian paling atas kapal juga terdapat rotator.
Rencananya, kapal pusling itu dioperatori oleh tenaga kesehatan dari Diskes Pesawaran yang sudah dilatih selama tiga hari di Pantai Ancol, Jakarta. Selain operator, nantinya dalam kapal pusling itu ditempati satu dokter umum, satu dokter gigi, dua orang perawat, dan satu bidan.(whk)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar