JATIAGUNG - Sejumlah perajin genting dan batu bata di Kecamatan Jatiagung mengeluhkan omset pendapatan mereka yang menurun drastis.
Untuk menutup kerugian, saat ini mereka hanya menerima pesanan pembuatan genting maupun batu bata. Perajin mengaku tidak berani memproduksi dalam jumlah banyak saat musim penghujan ini.
Hujan yang terjadi di wilayah Jatiagung membuat perajin genting dan batu bata harus ikat pinggang. Hal ini dikarenkan produksi genting harus dikurangi lantaran kesulitan dalam proses pengeringan.
Bila musim kemarau, mereka hanya membutuhkan sepekan untuk mengeringkan genting. Namun, saat musim penghujan butuh waktu hampir satu bulan untuk pengeringan. Sedangkan bila pengeringan tidak sempurna akan menurunkan kualitas genting.
“Kalau tidak kering betul nanti saat pembakaran tidak bisa sempurna, genting akan mudah pecah hal serupa terjadi juga dengan batu bata,” ungkap Sarwanto, salah satu perajin genting di Desa Jatimulyo kecamatan setempat.
Karena tidak ingin menanggung kerugian lebih banyak lagi, perajin mengaku tidak berani menambah stock genting dan batu bata dalam jumlah besar. Andalan mereka saat ini adalah pemesanan. Rata-rata perajin genting ini tidak memiliki oven untuk proses pengeringan, utamanya saat musim penghujan. Alasanya, biaya pembuatan dan pembelian oven sangat mahal.
“Kita tidak ada modal untuk membeli oven,” sambung Martono salah satu perajin batu bata.(ndi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar