Home » » Rycko : Musim Hujan Warga Harus Waspada DBD

Rycko : Musim Hujan Warga Harus Waspada DBD

Written By Radar Lamsel on Rabu, 30 Januari 2013 | 23.01

SRAGI - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza.SZP,SE,SH.MBA meminta kepada masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungannya selama musim penghujan. Ini agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan lingkungan yang kotor.
   
Itu dikatakan Rycko Menoza saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Rabu (30/1). "Sekarang ini warga Dusun Umbul Besar sedang dilanda musibah banjir. Meski demikian masyarakat sekitar harus tetap tegar dalam menghadapi cobaan ini. Saya meminta agar warga sekitar tetap memperhatikan lingkungannya. Jangan sampai ada tempat atau tumpukan sampah yang bisa dijadikan perkembang biakan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit kulit lainnya," katanya.
   
Rycko meminta agar masyarakat setempat tetap menggalakkan kegiatan gotong royong membersihkan desa dan siskamling pada malam hari. "Jangan sampai adanya bencana banjir seperti ini, wabah DBD akan meluas, dan menambah daftar pasien dirumah sakit. Sedangkan untuk siskamling,  mencegah adanya banjir bandang dadakan dan perbuatan orang tidak bertanggung jawab. Seperti melakukan penjarahan dan pencurian, baik didalam rumah maupun tambak-tambak yang terendam banjir," ujarnya.
   
Sekretaris Desa (Sekdes) Bandar Agung, Asikin menuturkan, meski banjir terus meluas dan merendam 21 rumah didusun Umbul Besar dan 7 rumah di Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, dirinya bersama warga setempat masih tetap melakukan atifitas seperti biasa dan menjaga keamanan dan kebersihan lingkungannya.
   
"Meski baru ada 7 kepala keluarga (KK) yang mengungsi, tapi pada malam hari kami tetap melakukan siskamling. Apalagi bagi yang rumahnya sudah kosong, pada malam hari rumahnya tetap dipantau dan ditunggu oleh pemiliknya, guna menghindari penjarahan dan pencurian," ungkapnya.
   
Untuk kegiatan gotong royong, lanjut Asikin, dirinya akan terus membuat jalur evakuasi dan lahan yang akan dijadikan tempat mengungsi warga sekitar. "Meski saat ini warga masih enggan mengungsi, kegiatan gotong royong membersihkan desa akan tetap kami lakukan. Dengan begitu, jika memang kejadian pada 2008 lalu terulang kembali, kami sudah tidak susah mencari jalur evakuasi dan lahan untuk mengungsi yang bersih dan nyaman" pungkasnya. (ams)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website