NATAR – Keberadaan tempat penampungan air (Embung) di Desa Bandarejo, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) meski telah lama dalam keadaan rusak, namun hingga saat ini tak kunjung mendapatkan perbaikan. Akibatnya, selain petani kesulitan menampung air hujan yang bisa digunakan saat kemarau tetapi juga menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan karena tak mampu tertampung maksimal.
Kepala Desa Bandarejo Sularto mengatakan, rusaknya embung dirasakan sudah cukup lama, kurang lebih hampir empat tahun belakangan. “Embung di sini rusak mas, banyak yang sudah terkikis, kurang lebih panjangnya satu kilometer. Tingginya pun sudah harus diubah karena kondisi tanah yang ikut naik,” katanya kemarin (7/1).
Sularto melanjutkan, kondisi tersebut sering menyulitkan para petani saat musim kemarau karena embung tidak berfungsi dengan baik. “Mayoritas lahan pertanian disini merupakan tadah hujan. Di sini juga jauh dari sumber air, oleh karenanya embung menjadi sangat penting,”imbunya.
Tidak hanya saat musim kemarau, lanjutnya, memasuki musim penghujan pun embung tersebut menjadi masalah. Saat hujan turun embung tidak bisa menampung debit air yang berlebihan karena di bagian sisinya banyak kerusakan. "Akibatnya, air tumpah ke jalan membuat becek. Itu juga disebabkan embung kurang dalam, sehingga air mudah luber,” ujar Sularto.
Dengan keadaan tersebut para petani selalu kewalahan bila kekurangan air untuk lahan pertanian mereka. dan mengaku kesulitan saat musim kemarau. "Kami seringkali mengalami gagal panen. Sebab, lahan garapan di desa ini jauh dari sumber air dan hanya mengandalkan air hujan,” katanya.
Sularto sangat berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi supaya embung di desanya bisa dibangun ulang. Sehingga, bisa membantu para petani di desa tersebut saat musim kemarau tiba. "Dari pemerintah pusat barangkali bisa membantu desa kami," asanya.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, kepala UPT DPU Kecamatan Natar Marsudi menegaskan bila semua usulan yang diajukan setiap desa baik itu perbaikan jalan ataupun ketersediaan embung dan sumur bor telah mereka teruskan ke kabupaten. "Untuk realisasinya kami tidak bisa memastikan, yang jelas semua usulan sudah kami teruskan," singkatnya. (rdo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar