| Industri rumahan masih bertahan dari gerusan harga kebutuhan poko yang terus melambung. |
JATIAGUNG - Usaha rumah tangga ternyata tak selalu ikut meredup meski biaya produksi akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok membebani. Kendati begitu, pengusaha itu tetap membutuhkan bantuan pemerintah, baik dalam hal pemasaran maupun permodalan.
Sahlan, salah satunya pelaku home industri di Desa Karangayar, Kecamatan Jatiagung, yang menekuni usaha keripik singkong membuktikan tetap mampu berjalan.
Sama halnya dengan persoalan yang dihadapi pengelola jenis usaha lainnya. pria berusia tahun ini juga ikut merasakan dampak dari melambungnya harga bahan pembuatan keripik singkong, seperti minyak goreng dan singkong. Namun, Sahlan tetap eksis dengan usaha ini.
Dalam sehari, Sahlan yang sudah tiga tahun menggeluti usahanya mampu memproduksi hingga sekitar 2,5 kwintal keripik singkong. Jumlah produksi lebih tergantung pada ketersediaan singkong yang dijadikan bahan baku keripik.
Sahlan ditemani Istrinya, Ratna kepada Radar Lamsel mengaku, makanan ringan dengan bahan baku singkong kini semakin diminati.
Dia mengaku dalam melakoni usahanya tidak pernah mendapat perhatian pemerintah baik pemasaran maupun permodalan. Dia tetap memegang keyakinan keripik yang diproduksi akan laris terjual dengan jerih payahnya.
“Kalau untuk bahan baku kami tidak kesulitan danjuga dengan pemasaran. Hanya saja dalam memasarkan kami cukup terbatas karena masih belum mengetahui pangsa pasar. Kemudian untuk modal juga kami masih meminjam secara pribadi,” aku Sahlan.
Keripik yang diproduksinya telah dipasarkan hingga ke daerah Metro dan di berbagai pasar di Bandarlampung. “Biasanya para pembeli datang sendiri ke rumah dalam sehari bisa satu kwintal habis terjual. Dimana stiap kilogramnya dijual seharga Rp8.500,” ungkap dia.
Sahlan berharap, pemkab dapat memberikan bantuan untuk usaha yang digelutinya agar menjadi lebih berkembang. “Mewakili pembuat keripik singkong di desanya, berharap agar pemkab dapat memberikan bantuan modal ataupun jaringan pemasaran,” pintanya.(ndi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar