Home » » Perhiptani Siap Kembangkan Sorghum di Lampung

Perhiptani Siap Kembangkan Sorghum di Lampung

Written By Radar Lamsel on Minggu, 10 Februari 2013 | 22.43

Wakil Gubernur Lampung Ir. MS Joko Umar Said dan Bupati Lamsel H. Rycko Menoza, SZP, bersama Kepala Pusat LIPI Dr. Bambang Subiyanto saat memperlihatkan tanaman SORGHUM (Olahan Gula dan Sirup Gula dan Biotanal) usai Rapat Kerja Wilayah Propinsi Lampung DPD Perhiptani di Aula Grand Ellty Krakatoa Nirwana Resort, Sabtu (9/2).


Pohon Langka Kembali Ditanam di KRK

KALIANDA – Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Lampung Selatan kembali melakukan penanaman pohon langka di Kebun Raya Kalianda (KRK) yang berada di dalam kawasan Agroforestry Park, Krakatoa Nirwana Resort (KNR) di Desa Merakbelantung, Kecamatan Kalianda, Sabtu (9/2).
 
Penanaman itu melibatkan Wakil Gubernur Lampung Ir. Joko Umar Said yang juga Ketua DPW Perhiptani Lampung dan para pengurus Perhiptani dari Kabupaten/kota se-Lampung.
 
Selain menanam, kegiatan yang juga merupakan rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhiptani Lampung itu juga melakukan panen uji coba penanaman sorghum di tempat penangkaran sorghum yang tidak jauh dari lokasi penanaman pohon langka.
 
Hadir dalam kegiatan itu Bupati Lamsel H. Rycko Menoza, SZP, SE.,S.H.,MBA, Kepala Pusat Inovasi Lipi Prof. Bambang Subiyanto, Mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S, manajemen PT. Krakatoa Lampung Tourism Develoment (Bakrie Group), para pejabat Provinsi Lampung, jajaran Pemkab Lampung Selatan, Pimpinan Perusahaan seperti Medco Energy, Perusahaan Gula, Kepala UPT Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, KTNA Kabupaten, Kecamatan serta masyarakat sekitar.
 
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Lampung Selatan Sutono, mengatakan tujuan pembangunan kawasan Agroforestry Park yang didalamnya terdapat Kebun Raya Kalianda sebagai pembangunan hutan secara multi player efek dengan melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, terbinanya kualitas daya dukung lingkungan bagi kepentingan masyarakat luas melalui pelatihan sadar lingkungan, membangun sarana kawasan percontohan pembangunan pertanian yang berwawasan ramah lingkungan dan wisata pertanian.
 
Kawasan Agroforestry Park ini, sambung Sutono, dapat dijadikan sarana belajar dan mengajar untuk memberikan motivasi kepada masyarakat. Khususnya bagi petani dan kelompok tani serta penyuluh pertanian agar selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembangunan pertanian secara luas.
 
Selain  itu, kegiatan yang dilakukan ini adalah untuk memperluas jejaring usaha antara Perhiptani dengan pihak swasta dalam upaya kemitraan.

Wakil Gubernur Lampung Ir. Joko Umar Said mengaku Bangka karena uji coba penangkaran sorghum di kawasan agroforestry park berhasil.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan yang pertama di Lampung bahkan di sumatera. Sebab, selama ini tanaman sorghum yang merupakan bahan baku untuk membuat energy bioetanol yang ramah lingkungan hanya bisa berkembang di daerah Bogor, Jawa Barat dan sejumlah Negara seperti Jepang dan Vietnam. “Dalam uji coba ini, Perhiptani juga menggandeng Lipi dan tenaga ahli dari Jepang,” kata Joko.

Karena keberhasilan itu, sambung Joko, Perhiptani Lampung akan mengembangkan tanaman sorghum di Lampung, khususnya di Kabupaten Lamsel. Sebab, tanah di Lampung ternyata cocok untuk pengembangan sorghum. “Prospeknya cukup bagus di Lampung. Apalagi, tanaman sorghum ini dapat menghasilan bioetanol,” ujarnya.

Joko juga mengatakan, sorghum juga dapat mendukung sektor pengembangbiakan peternakan di Lampung. Pasalnya, pohon sorghum selain bisa menghasilkan bioetanol dan gula, juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak yang bernilai gizi. “Jadi pengembangan ini mendukung peternakan di Lampung yang sudah lama dikembangkan,” ujarnya.
 
Kendati begitu, Joko belum bisa menyebutkan berapa luas lahan yang akan disiapkan untuk pengembangan sorghum di Lampung. Saat ini, menurutnya, Perhiptani masih melakukan uji coba terkait pengembangan itu. Luas lahan yang digunakan dalam uji coca itu sekitar 1.000 meter persegi. “Masih dalam proses penelitian dan uji coba. Yang jelas akan kita kembangkan,” pungkasnya. (edw
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website