Home » » Warga Digegerkan Penemuan Mayat

Warga Digegerkan Penemuan Mayat

Written By Radar Lamsel on Minggu, 10 Februari 2013 | 22.47

Inilah kondisi jenazah Pansari (40), warga Desa Blambangan, Kecamatan Penengahan, yang tewas disekitar rumahnya, pada Sabtu (9/2), sekitar pukul 05.45 WIB.


PENENGAHAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan mbah Erot (68) warga Desa Kekiling Kecamatan Kalianda, sekitar pukul 05.45 WIB. Mayat laki-laki tanpa identitas itu memiliki ciri-ciri badan kurus tinggi badan sekitar 172 centimeter, warna kulit hitam lusuh, memakai kaos hitam dan celana pendek warna putih, tanpa membawa dompet dan identitas lainnya.
 
Saat ditemukan, mayat tersebut dalam kondisi tengkurap disamping rumah mbah Erot. "Saat saya melihat ini, saya pikir orang gila, lalu saya mencoba membangunkannya dan menyuruhnya pergi. Karena, tidak mau bangun, akhirnya saya panggil warga lainnya dan aparatur desa setempat," ujar mbah Erot kepada Radar Lamsel, kemarin.
 
Saat aparatur desa dan warga lainnya datang, lanjut mbah Erot, akhirnya kami sepakat untuk melihat wajah mayat tersebut. "Setelah kami lihat, sontak kami kaget ternyata mayat tersebut adalah Pansari (40) bin Mursalin warga Desa Blambangan, Kecamatan Penengahan yang tidak lain adalah tetangga saya," tambah nenek berambut putih.
 
Mendapat informasi itu, Kanit Reskrim Polsek Penengahan, Ipda Lukman Hakim mewakili Kapolsek Iptu Sonny Harsono turun langsung kelokasi tempat penemuan mayat. Sesampainya di lokasi, petugas kepolisian langsung mengidentifikasi dan mengevakuasi mayat tersebut. Hasil pemeriksaan, mayat laki-laki itu diperkirakan meninggal sekitar tiga sampai empat jam yang lalu.
 
"Kondisi mayat masih lemas dan tidak ada bekas luka. Mayat tersebut akan kami bawa ke RSUD Bob Bazaar, Kalianda untuk dilakukan visum. Jika keluarga korban bersedia, kami akan lakukan otopsi agar mengetahui penyebab kematian korban," jelas Lukman.
 
Kanit Reskrim Polsek Penengahan ini belum bisa menyimpulkan dugaan yang menyebabkan pria yang bekerja sebagai tani ini tewas. "Sejauh ini, tidak ada bekas luka memar ataupun bekas penganiayaan. Kami tidak bisa memastikan penyebab tewasnya korban karena keluarga korban tidak sanggup membayar biaya otopsi yang lumayan mahal. Tetapi, dari mulut korban terus mengeluarkan darah. Untuk itu, kami akan terus menyelidiki kasus ini," pungkasnya. (ams)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website