![]() |
| Kapolres Lamsel AKBP. Bayu Aji, SIK, M.Hum memberikan bantuan sembako kepada korban banjir dari warga Lamtim dan Kecamatan Sragi. |
Polres Lamsel Beri Bantuan Korban Banjir
SRAGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) harus segera meninjau wilayah perbatasan yang dilanda banjir. Pasalnya, puluhan warga Desa Mekarjaya dan Sumurkucing, Kecamatan Jabung dan Pasirsakti Kabupaten Lamtim hingga kini masih mengungsi di posko pengungsian di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.
SRAGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) harus segera meninjau wilayah perbatasan yang dilanda banjir. Pasalnya, puluhan warga Desa Mekarjaya dan Sumurkucing, Kecamatan Jabung dan Pasirsakti Kabupaten Lamtim hingga kini masih mengungsi di posko pengungsian di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.
Data yang diterima dari posko itu, ada sekitar 50 jiwa warga Lamtim mengungsi disana. Mereka dievakuasi tim relawan masyarakat, petugas kepolisian dan anggota DPRD Lamsel dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Sragi dan Palas. Keterbatasan sarana transportasi membuat evakuasi berjalan alot.
Menurut anggota DPRD Lamsel Hipni, A.Md, total pengungsi yang ada di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi mencapai 64 jiwa. Sebanyak 14 jiwa merupakan warga Kabupaten Lamsel dan 50 jiwa warga Lampung Timur.
Mereka saat ini telah mendapatkan bantuan dari Pemkab Lamsel. Namun, Hipni berharap Pemkab Lamtim segera meninjau dan memberi bantuan kepada warga Lamtim yang mengungsi di Lamsel. "Kita memang tidak membeda-bedakan. Tapi, alangkah lebih baik jika Pemkab Lamtim melihat dan meninjau rakyatnya yang berada diperbatasan ini. Mereka sangat berharap ada perhatian dari pemkab Lamtim," ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Hipni berharap Pemkab Lamtim lebih peka dan peduli dengan rakyatnya yang ada diwilayah perbatasan. Sebab, sejak banjir melanda diwilatah pesisir bagian timur itu, Pemkab Lamtim sama sekali tidak ada perhatian. "Jangan dibiarkan. Mereka sangat berharap," pungkas Wakil Ketua Baleg DPRD Lamsel itu.
Sementara itu, salah seorang warga Pasirsakti, Lamtim berharap Pemkab Lamtim dapat memperhatikan warganya yang diwilatah perbatasan. "Warga Lamtim. Belum ditinjau. Kami juga ingin dilihat sama pemerintah daerah. Jangan dibiarkan seperti ini," pungkasnya.
Sementara itu, wujud kepedulian antar sesama ditunjukkan jajaran Polres Lampung Selatan. Korp Bhayangkara Polres Lamsel membantu puluhan korban banjir yang mengungsi di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Jumat (8/2). Sebanyak 46 kepala keluarga (KK) yang mengungsi ditempat itu berasal dari Dusun Pelabuhan Jati, Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur (Lamtim).
Kapolres Lamsel AKBP Bayu Aji. SIK, M.Hum bersama anggota DPRD Lamsel Hipni meninjau penampungan korban banjir di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi. Secara simbolis Kapolres menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, air mineral, makanan ringan, susu dan roti kering. Selain dari daerah tetangga, luapan Way Sekampung itu juga merendam puluhan rumah warga Desa Sukapura, Desa Kualasekampung, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lamsel.
Menurut Ketua RT Pelabuhan Jati, Edi Suparman, sebanyak 9 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 46 jiwa terpaksa mengungsi karena terkena luapan Way Sekampung hingga merendam rumah warga setinggi dua meter.
"Sebanyak 16 KK lainnya bertahan dirumahnya masing-masing, karena ketinggian air hanya sebatas mata kaki," kata Edi dipenampungan pengungsi di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Jumat (8/2).
Dihadapan Kapolres Lamsel, dan wakil rakyat itu, Edi menuturkan sebagian warganya yang mengungsi di rumah sanak saudara mulai kembali. Namun mereka belum berani menginap lantaran curah hujan masih tinggi hingga saat ini. "Kami pilih mengungsi di desa ini karena hanya dibatasi sungai, dengan jarak tempuh 1 km dibandingkan kami harus ke Balai Desa Sumur Kucing yang berjarak 5 km," tutur Edi.
Sementara Bayu Aji menuturkam bantuan yang diserahkan kepada korban ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian jajarannya kepada korban banjir. Diharapkannya, bantuan sekedarnya bersama wakil rakyat ini dapat mengurangi beban penderitaan warga yang terkena musibah bencana banjir tersebut. "Kami harap korban banjir bersabar dan lebih tawakal. Sebab bencana yang datang ini bukannlah kehendak manusia, tapi faktor alam," ujar Kapolres.
Sedangkan Kasubaghumas Polres Lamsel AKP Feryanda Ekaputra merincikan bantuan untuk korban banjir itu berupa 275 Kg beras, 82 dus mie instan, 22 dus air mineral, 12 dus minuman ringan anak-anak merk ale-ale, 2 dus wafer tango, 1 dus susu, 4 dus roti kering 1dan 2 dus kacang garing. "Kami berharap bantuan tidak seberapa ini dapat digunakan untuk makanan tambahan selama berada di tempat penampungan korban banjir di balai Desa Sukapura, Sragi," katanya.
Salah Warga bersyukur, aparat kepolisian bersama wakil rakyat bisa memberikan bantun. “Bukan banyaknya jumlah bantuan yang membuat kami senang, tapi kepedulian Bapak dan Ibu sekalian yang membuat kami senang,” jelas Pomo (48) salah satun pengungsi korban banjir dari Desa Sumur Kucing tersebut. (man/edw)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar