![]() |
| Salah satu alternatif mencegah terjadinya ikan mati akibat air hujan dengan memberi menutup di bagian atas kolam. |
KEDONDONG - Pembudidaya ikan air tawar perlu mewaspadai musim hujan, sebab turunnya hujan tersebut akan membuat bibit ikan rentan mati. Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Kelautan dan Perikanan Kecamatan Kedondong M. Sutejo BP., kepada Radar Pesawaran, kemarin.
Ia mengatakan, hujan lebat yang mengguyur kecamatan setempat belakangan ini, membuat bibit ikan banyak yang mati. Untuk mengantisipasi agar tidak rugi lebih besar maka kolam pembudidayaan ikan perlu diberi penutup.
"Air hujan umumnya membuat PH-air akan berubah drastis. Hal ini akan menganggu lingkungan lele, di mana PH yang sebelumnya sudah cukup cocok, kemudian tiba tiba PH-berubah drastis karena hujan akan membuat bibit ikan mati. Oleh karena itu, kolam pembudidayaan perlu diberi penutup," jelasnya.
Di samping PH, diungkapkan hal yang lebih dominan penyebab matinya bibit ikan adalah suhu. Disarankan, untuk mengusahakan menutup sumber air bila hujan turun, dan menurunkan kedalaman air. "Suhu yang tidak sesuai dapat menyebabkan ikan stres dan akhirnya sakit dan mati,” ujarnya.
Ia menambahkan, kalau sudah terkena penyakit perlu dicari penyebabnya, apakah karena cacing, patil luka, bercak putih atau lainnya. Penanganannya pun disesuaikan dengan jenis penyakitnya, apakah diberi antibiotik, direndam metaline blue atau lainnya. "Usahakan menebar bibit ukuran yang agak besar saat musim hujan, sebab lebih tahan terhadap perubahan suhu dan PH, misalnya ukuran 11-12 cm atau paling tidak 9-10 cm," imbuhnya.
Lebih jauh ditambahkan, selain itu saat musim hujan tiba agar perubahan PH tidak drastis maka dilakukan yang namanya "penggaraman" menggunakan garam. "Garamnya pakai garam grosok, bukan garam yang halus. Dengan penggaraman ini bisa menekan jumlah ikan yang mati saat hujan," pungkasnya. (irs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar