![]() |
| Tampak areal sawah petani Dusun Rawa Kijing, terendam banjir akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini. |
WAYLIMA - Hujan lebat yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Waylima dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan puluhan hektar sawah yang baru saja tanam tenggelam.
Tak hanya itu, petani padi yang berada di Dusun Rawa Kijing, Desa Sindang Garut, Kecamatan Waylima itu terancam gagal panen. Bahkan saat ini air terus bertambah debitnya, sehingga areal persawahan itu menjadi lautan.
Sugiyo (55), salah satu warga Desa Sindang Garut mengaku, daerah persawahan di wilayahnya merupakan daerah yang paling parah mendapatkan dampak dari luapan banjir sungai yang membelah dan melintas di belakang perkampungannya.
Meluapnya air ini diduga adanya penyempitan serta dangkalnya Waduk Rawa Kijing di wilayah setempat. “Jika hujan lebat turun lebih dari satu jam, dipastikan areal persawahan di sini menjadi lautan dan sulit surutnya,” katanya.
Padahal saat ini, terang dia, mayoritas petani sedang masa tanam yang rata-rata usia tanaman padinya satu bulan. Sehingga saat terjadi banjir, dipastikan tanaman akan rusak dan harus ditanami kembali. “Itupun, jika petani masih memiliki modal untuk membeli bibit. Karena biaya tanam padi ditambah pupuk serta membayar tenaga buruh tani, cukup tinggi,” keluhnya.
Diakuinya bahwa akibat meluapnya air sungai itu, sekitar 30 hektar sawahnya terendam.
Sementara itu, Kepala Desa Sindang Garut Kasiyo mengatakan, pihaknya bersama empat kepala desa lainnya, pernah melakukan upaya agar sungai yang melintas dibeberapa wilayah ini dinormalisasi. Proposal itu ditujukan pada daerah aliran sungai (DAS) Way Sekampung. “Namun sayangnya hingga kini belum ada tanggapan dari dinas terkait, menangani masalah ini. Dan setiap musim penghujan pasti banjir seperti ini,” pungkasnya.
Sayangnya saat dikonfirmasi mengenai masalah tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pesawaran tidak dapat dihubungi. Termasuk ketika Koran ini menghubungi via telepon dan sms. Namun hingga berita ini naik cetak tidak ada ada balasan atau tanggapan dari dinas ini. (nzr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar