Home » » Jeli Bidik Pasar, Bisnis Kue Pukis Janjikan Kenikmatan

Jeli Bidik Pasar, Bisnis Kue Pukis Janjikan Kenikmatan

Written By Radar Lamsel on Senin, 14 Januari 2013 | 22.41

JAKARTA - Pandai melirik ceruk bisnis yang belum digeluti orang lain menjadi modal dalam menyelami suatu usaha. Terkadang, ketika seseorang ingin memulai bisnis sampingan, mereka kebingungan.

Begitu pula yang dialami oleh pengusaha kue pukis rumahan, Sri Nikmati. Dirinya yang seorang ibu rumah tangga merasa harus menafkahi keluarganya dengan mencari tambahan uang. Berawal dari hobi, wanita yang kerap disapa Ani ini mulai mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan berbisnis kue pukis.

"Kenapa kue pukis? Karena teman-teman saya belum ada yang bikin kue itu. Sudah ada yang bikin blackforest (kue), kue kering toplesan, jadi saya ambil peluang yang orang lain belum ambil," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.

Modal awal dalam pembuatan kue pukis ini pun mudah. Diceritakan wanita yang kerap dipanggil Ani ini, dia hanya membutuhkan dana sebesar Rp60 ribu saja untuk bahan membuat kue. Keuntungan yang didapatnya pun bisa mencapai dua kali lipat lebih.

Ani menambahkan, dia menjual satu buah kue pukis sebesar Rp2.000 dengan minimal pembelian sebanyak 70 kue per hari. Dia tidak membuat partai besar karena hanya mengerjakannya sendiri.

"Ini karena saya hobi, jadi belum ada niatan untuk ekspansi lebih besar. Kecil-kecilan saja dulu. Satu pukis saya jual Rp2.000, per hari saya terima orderan 70 pukis, jadi saya untung bersih sekira Rp80 ribu, per bulan saya dapat Rp2,4 juta," bebernya.

Pemasaran kue pukis ini pun cukup mudah. Ani hanya mengandalkan the power of mouth alias memasarkan dari mulut ke mulut. Wanita berkerudung ini pun menyebarkan kue buatannya ke rumah sakit, kantin universitas, sampai ke agen kue.

Kendala dalam berjualan pun kerap dialami Ani. Namun, tekad dan kerja kerasnya yang kuat tak mengindahkan kendala tersebut sebagai suatu halangan.

"Kendalanya kalau misalkan lagi sepi peminat, kuenya saya obral, tapi yang baru ya, bukan kue sisa. Musim liburan kuliah biasanya malah sepi pembeli," tambahnya.

Ani pun tidak takut membagikan resep masakannya kepada teman-temannya di kala sedang berkumpul. Atau membagi resep kuenya kepada yang membutuhkan. Dirinya pun tidak takut bila resep andalannya tersebut diikuti orang.

"Rejeki itu sudah ada yang atur, berbagi kan lebih enak. Kalau mereka mau bikin kue pukis seperti saya, bikin saja, enggak ada rahasia-rahasiaan. Malah semakin bagus ya, membudayakan kue pukis. Biasanya kan banyak orang yang takut kalau rahasia resepnya ditiru orang, kalau saya lebih baik disebar, biar banyak yang bisa buat kue pukis ini," ungkapnya. (net)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website