SRAGI - Pihak sekolah dasar (SD) Negeri 3 Sukapura terus mengajak muridnya untuk menjaga lingkungan sekolah yang bersih, indah, tertib, aman dan nyaman (Berintan). Ini dilakukan, agar saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah bisa lebih baik dan konsentrasi.
Kepala SDN 3 Sukapura, Sri Suparti,S.Pd mengatakan, dengan terbiasanya murid menjaga kebersihan di sekolah, maka dengan sendirinya akan tercipta lingkungan berintan dan menyehatkan. "Kami selaku pihak sekolah tak pernah berhenti mengajak murid-murid di sini (SDN 3) Sukapura, untuk bisa menjaga kebersihan. Sehingga, dengan terciptanya suasana bersih disekolah, rasa nyaman akan dirasakan para murid saat melaksanakan KBM,"kata Sri kepada Radar Lamsel Via ponsel Senin (29/1).
Dia menuturkan, selain untuk kebersihan sekolah, dibudayakannya kebersihan itu juga bertujuan untuk mengajari murid agar bisa menciptakan kebersihan dilingkungan rumahnya masing-masing. "Alhamdullilah, murid-murid disini sudah bisa menerapkan kebersihannya. Mereka (murid,red) sudah membiasakan membuang sampah bekas bungkus jajanannya ditempat sampah yang tersedia,"tuturnya.
Dikatakannya, untuk dapat terus mempertahankan budaya bersih di sekolah, pihaknya juga mulai membiasakan para muridnya untuk melaksankan bersih-bersih kelas sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, dengan menerapkan cara seperti itu, dapat mengurangi angka kesakitan murid akibat gigitan nyamuk demam berdarah yang biasanya berkembang biak didalam kelas.
"Jika kondisi tubuh murid selalu sehat, maka secara otomatis dalam menjalani aktivitas belajarnya, murid akan selalu terfokus pada mata pelajaran yang diberikan para guru yang mengajar,"katanya.
Dia menambahkan, selain menerapkan kebersihan lingkungan sekolah, pihaknya juga selalu memperhatikan kesehatan tubuh bagi siswa-siswinya dengan selalu mengawasi makanan yang dikonsumsi anak baik yang dibeli dihalaman sekolah maupun diluar halaman.
"Kami selalu mengawasi jajanan-jajanan yang dikonsumsi anak, apakah itu mengandung pengawet dan pemanis buatan atau tidak, jika itu terjadi, kami akan menegur jika masih dilakukan, kami akan memberhentikan aktifitas pedagang tersebut, untuk berdagang dihalaman sekolah kami, ini dilakukan guna menjaga kesehatan siswa,"pungkasnya.(ams)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar