Home » » Bapak-Anak Cabuli Anak Tiri

Bapak-Anak Cabuli Anak Tiri

Written By Radar Lamsel on Selasa, 04 Desember 2012 | 17.10

ilustrasi

SIDOMULYO - Perbuatan bapak dan anak yang satu ini tak pantas di tiru. Dalam soal syahwat, Bambang Pristianto (49) dan anaknya Tomi Wahyu (24) warga Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo sepertinya sangat kompak. Keduanya mencabuli Ri (17) yang tak lain anak dan adik tirinya dalam kurun waktu yang berbeda. Akibat kelakuan Bapak dan Anak tersebut, kini keduanya harus mendekam dibalik jeruji besi.
    
Kasus pencabulan tersebut, sepertinya sudah lama dipendam oleh Ri dan ibunya Wati (42) yang sehari-hari berdagang minuman di Pelabuhan Bakauheni. Bahkan Bambang yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, sering ringan tangan terhadap isterinya dan berkali-kali mencabuli Ri sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).
    
Ditemui di Mapolsek Sidomulyo, Senin (3/12), Ri didampingi ibunya Wati menceritakan awal mula kelakuan bejat yang dilakukan Bapak dan Kakak tirinya itu. Saat masih duduk di bangku SD, Bambang yang tidur bersama ibunya menyusul ke kamarnya dan menggerayangi tubuhnya, namun ditolak oleh Ri. Perbuatan tersebut, kembali terulang setelah Ri tinggal dirumah kontrakan yang ada di Desa Budidaya.
    
"Pertama kali Bapak menggerayangi tubuh saya, kalau tidak salah waktu saya masih di kelas V atau VI di Solo Jawa Tengah. Saat itu, ibu sedang tidur dan Bapak nyusul ke kamar saya dan saya tolak keinginannya untuk menyetubuhi saya. Tetapi saat saya ikut pindah ke rumah kontrakan di Desa Budidaya, bapak lagi-lagi mencoba membujuk saya untuk melakukan hubungan layaknya suami isteri. Bahkan Bapak sering telpon dan merayu-rayu saya, tetapi selalu saya tolak," kata Ri, remaja yang hanya tamatan SMP.
    
"Kejadian yang terakhir kemarin, saat Bapak pulang dari nyopir dan langsung masuk ke kamar dalam keadaan setengah telanjang sekitar pukul 03.00 WIB. Saya yang takut, lalu berontak dan keluar rumah hingga akhirnya saya laporkan kasus ini ke Polisi. Harapan saya, mereka tidak lagi berbuat seperti itu kepada saya," imbuhnya.
    
Disinggung mengenai kakak tirinya yang ikut mencabuli, Ri mengaku saat dirinya masih duduk dibangku SMP kelas III. Kakak tirinya yang baru pulang main dalam keadaan mabuk, langsung menarik tangannya dan mendorongnya ke kasur. Kakaknya lalu mengeluarkan kemaluannya dan menempelkannya dimulut, tetapi ditolaknya.
    
"Kejadiannya memang sudah lama, saat itu kakak baru pulang dari main dan sepertinya mabuk minuman keras. Ia langsung menarik tangan saya dan mendorongnya ke kasur. Begitu ia melepas celananya, saya diminta mengulum kemaluannya dan saya tolak. Akhirnya kakak saya memuntahkan cairan dari kemaluannya ke dada saya," kata Ri.
    
Wati mengaku hanya bisa pasrah dengan nasib yang dialaminya. Kini semuanya ia serahkan kepada pihak yang berwajib untuk memberikan ganjaran yang setimpal terhadap suami dan anak tirinya. "Saya sebenarnya sangat takut dengan suami saya. Tetapi lama-lama batin ini tersiksa dan saya harus berontak. Mudah-mudahan keduanya diberi ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya," ujar Wati.
    
Sementara Tomi Wahyu mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan dengan adik tirinya itu. Padahal pada bulan Desember ini, ia akan melangsungkan pernikahan dengan gadis impiannya. "Saya nggak tahu lagi harus bagaimana. Karena kasus ini, saya gagal menikah dan sekarang saya pasrah," kata Tomi.
    
Kapolsek Sidomulyo, AKP. Mulyadi Yakup didampingi Kanit Reskrim Aiptu Salman membenarkan telah mengamankan kedua pelaku pencabulan. Kasus keduanya akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Lampung Selatan.
    
"Setelah mendapatkan laporan, kita turunkan tiga anggota untuk melakukan penangkapan. Keduanya kita amankan semalam, Senin (3/12) sekitar pukul 00.00 WIB dirumahnya. Karena ini menyangkut perlindungan anak, kita limpahkan ke Polres penanganan lebih lanjutnya," kata Mulyadi Yakup. (gus)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website