Pemadaman Listrik Tak Kenal Waktu
![]() |
| ilustrasi |
KALIANDA - Pemadaman listrik tak kenal waktu beberapa hari belakangan ini menjadi keluhan warga Kota Kalianda dan sekitarnya. Pasalnya, pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN yang tak beraturan itu membuat para pemilik usaha dagang seperti warung internet (warnet), salon kecantikan, usaha Fotocopy, dan lain sebaginya merugi.
"Kalau kondisinya masih terus begini (mati lampu,red) sudah tentu kami merugi besar mas. Sebab, selain tidak mendapatkan konsumen juga peralatan elektronik yang kami miliki bisa cepat rusak. Karena mati lampunya tidak beraturan, kadang baru hidup sebentar tiba-tiba mati lagi," ujar Nasir, salah seorang pemilik Warnet di Kota Kalianda, kemarin.
Senada dikatakan Dafa. Pemilik usaha Fotocopy ini menuturkan, pemadaman listrik pada saat jam aktifitas siang hari yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat usaha fotocopy-nya mengalami ponurunan omzet. Sebab menurutnya, disaat jam aktifitas kerja itulah banyak konsumen yang membutuhkan jasa fotocopy.
"Bukan pemilik usaha saja yang mengeluh mas, tetapi masyarakat semua pastinya mengeluhkan pemadaman listrik PLN ini. Sebab, pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba bisa mempengaruhi alat-alat elektronik rumah tangga menjadi cepat rusak," katanya.
Sementara itu, menurut keterangan dari salah seorang petugas PLN Ranting Kalianda yang namanya enggan disebutkan ini mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi dalam sepekan belakangan disebabkan adanya kerusakan pada mesin pembangkit unit dua (2) dan empat (4) yang terdapat di PLTU Tarahan. "Kalau menurut informasinya, ada terjadi kerusakan alat di PLTU Tarahan. Dan kami sendiri tidak mengatahui secara pasti apa kerusakannya," ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya juga belum bisa memastikan kapan jaringan listrik PLN akan kembali normal. Sebab saat ini pihak PLTU tengah melakukan perbaikan alat yang mengalami kerusakan tersebut. "Belum bisa dipastikan kapan normalnya. Ya mudah-mudahan saja kerusakan yang terjadi bisa secepatnya diperbaiki," pungkasnya. (iwn)
"Kalau kondisinya masih terus begini (mati lampu,red) sudah tentu kami merugi besar mas. Sebab, selain tidak mendapatkan konsumen juga peralatan elektronik yang kami miliki bisa cepat rusak. Karena mati lampunya tidak beraturan, kadang baru hidup sebentar tiba-tiba mati lagi," ujar Nasir, salah seorang pemilik Warnet di Kota Kalianda, kemarin.
Senada dikatakan Dafa. Pemilik usaha Fotocopy ini menuturkan, pemadaman listrik pada saat jam aktifitas siang hari yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat usaha fotocopy-nya mengalami ponurunan omzet. Sebab menurutnya, disaat jam aktifitas kerja itulah banyak konsumen yang membutuhkan jasa fotocopy.
"Bukan pemilik usaha saja yang mengeluh mas, tetapi masyarakat semua pastinya mengeluhkan pemadaman listrik PLN ini. Sebab, pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba bisa mempengaruhi alat-alat elektronik rumah tangga menjadi cepat rusak," katanya.
Sementara itu, menurut keterangan dari salah seorang petugas PLN Ranting Kalianda yang namanya enggan disebutkan ini mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi dalam sepekan belakangan disebabkan adanya kerusakan pada mesin pembangkit unit dua (2) dan empat (4) yang terdapat di PLTU Tarahan. "Kalau menurut informasinya, ada terjadi kerusakan alat di PLTU Tarahan. Dan kami sendiri tidak mengatahui secara pasti apa kerusakannya," ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya juga belum bisa memastikan kapan jaringan listrik PLN akan kembali normal. Sebab saat ini pihak PLTU tengah melakukan perbaikan alat yang mengalami kerusakan tersebut. "Belum bisa dipastikan kapan normalnya. Ya mudah-mudahan saja kerusakan yang terjadi bisa secepatnya diperbaiki," pungkasnya. (iwn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar