PALAS - Pencurian dengan mencongkel jendela kini perlu diwaspadai. Dalam satu malam, dua rumah di Dusun Banyuwangi, Desa Bumi Daya, Kacamatan Palas dicongkel maling dan berhasil menggondol satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam nomor Polisi BE 3759 DU milik Khairul (23). Pencurian baru diketahui pemilik rumah, Minggu (16/12) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kepada Radar Lamsel, Khairul mengatakan, ia pulang dari rumah temannya sekitar pukul 01.00 WIB dan sepeda motor dimasukkan ke dalam ruang tamu. Ia mendengar suara sepeda motor dan terbangun. Namun saat bangun, sepeda motor kesayangannya sudah tidak ada ditempat dan ia langsung memberitahukan kepada tetangganya.
"Saya pulang main dari rumah teman dan sepeda motor saya masukkan ke dalam rumah malam itu. Karena sudah malam dan mengantuk, saya langsung tidur dan sekitar pukul 04.00 WIB ada suara sepeda motor saya. Ketika saya bangun, motor sudah tidak ada lagi dan begitu diperiksa, jendela depan rumah sudah ada bekas congkelan empat tempat," kata Khairul.
"Tidak hanya rumah saya yang didongkel, rumah tetangga saya Mbah Walidah (75) juga ikut dicongkel jendela rumahnya. Tetapi maling tidak bisa masuk rumah, karena jendelanya tidak bisa dibuka. Akibat pencurian sepeda motor, saya mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta dan juga tas yang berisi modem dan flasdick," imbuhnya.
Isro Abdi (45) tetangga korban mengatakan, ia biasanya sudah terbangun pada pagi. Namun pagi itu, sepertinya kantuk tidak bisa dikendalikan sehingga tahu-tahu dua rumah tetangganya dicongkel maling. Ia berharap kejadian pencurian dengan mencongkel jendela perlu diwaspadai masyarakat. Karena maling sudah semakin nekat dan beraksi disaat warga sedang tertidur pulas.
"Saya biasanya sudah bangun pada jam-jam tersebut, tetapi pagi tadi (kemarin) baru bangun setelah ada suara gaduh tetangga saya yang kehilangan sepeda motor. Sepertinya maling awalnya mau mencuri dirumah Mbah Walidah, tetapi karena tidak bisa masuk rumah, akhirnya beraksi dirumah sebelahnya. Dengan kejadian ini, saya harapkan bisa diwaspadai agar tidak terjadi lagi," ujar Isro yang juga Sekretaris Kecamatan Sragi. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar