Home » » Akhir Tahun, Harga Gula Merah Anjlok

Akhir Tahun, Harga Gula Merah Anjlok

Written By Radar Lamsel on Senin, 17 Desember 2012 | 23.01

SIDOMULYO - Nasib pengrajin gula merah memang tidak menentu. Terkadang ia bisa merasakan manisnya harga gula merah dengan harganya yang cukup tinggi. Namun seringkali merasakan pahitnya harga gula merah akibat harganya yang selalu anjlok.
    
Harga gula merah mendekati akhir tahun kembali mengalami nasib tragis dan harganya berkisar Rp 6.000 perkilogram ditingkat pengrajin. Sementara harga ditaingkat agen, gula merah dijual dengan harga Rp 7.000-7.500 perkilogramnya.
        
Sutrisno (31) salah seorang pengrajin gula merah di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo salah satunya. Saat ini, meski produksi gula merah mulai stabil, harganya justru mengalami penurunan yang cukup tajam. Sementara saat sebelum bulan puasa, para pembeli gula merah berlomba-lomba membeli gula merah dengan harga penawaran cukup tinggi.
            
"Kalau sebelum puasa kemarin harganya sempat membuat kami para pengrajin mengalami keuntungan yang lumayan. Karena banyak pembeli gula merah dan mereka berani membeli dengan harga tinggi untuk mendapatkan barang dagangannya. Tetapi sekarang ini, pembeli sudah mulai jarang dan gula merah menjadi menumpuk. Kalaupun ada yang mau beli, mereka seenaknya membeli dengan harga yang cukup murah,"kata Sutrisno, Minggu (16/12)
        
"Kalau sudah begini, kami para pengrajin tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah dengan harga yang ditawarkan para pembeli. Tadinya, saya berharap harga gula merah masih tetap tinggi. Mudah-mudahan saja di tahun 2013 nanti, harga gula merah kembali naik dan kami bisa hidup dengan layak,"imbuhnya.
        
Sekretaris Desa Budidaya, Agustono mengakui, para pengrajin gula merah kebanyakan tergantung dengan agen yang telah bertahun-tahun memberikan modal usaha. Harga tersebut memang turun dibandingkan pengrajin yang menjual dagangannya ke pedagang lain. "Memang kalau dijual ke agen harganya lebih murah dan itu sudah terjadi sejak lama. Karena pengrajin memiliki agen yang memberi modal, sehingga harganya ditentukan oleh agen itu sendiri,"ujar Agustono.
            
Senada dikatakan salah seorang pedagang gula merah, Syah Alam (40). Ia mengakui, turunnya harga gula karena tidak ada perusahaan yang membeli gula merah dengan alasan tutup tahun. Padahal, sebelumnya pedagang berani membeli gula merah dengan harga tinggi, karena ada kontrak untuk memenuhi perusahaan.
            
"Untuk sekarang ini, kami membeli gula merah dari agen dengan harga Rp 7.000-7.500 perkilogramnya. Karena banyak perusahaan yang membutuhkan gula merah masih menutup pembelian gula merah, jadi harganya turun. Kalau bisa mereka malah tidak mau menerima lagi karena mau tutup buku. Biasanya kalau pabrik yang membutuhkan gula merah sudah buka, harganya berangsur-angsur akan naik lagi,"kata Syah Alam. (gus)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website