SIDOMULYO - Curah hujan yang semakin tinggi menyebabkan kualitas biji kakao menjadi menurun. Akibatnya, harga komoditas perkebunan yang satu ini mengalami penurunan harga. Sebelumnya, petani masih bisa menikmati harga kakao Rp 17.000 perkilogram, sekarang ini hanya dihargai Rp 15.000 perkilogram.
Udin (59) salah seorang petani coklat di Desa Sukamarga saat menjual biji kakao di Pasar Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo mengaku, harga biji kakao yang dibeli pedagang mengalami penurunan Rp 2.000 perkilogram dari harga jual sebelumnya. Kini ia hanya bisa pasrah dengan kondisi penurunan harga, karena kualitas biji kakao kurang bagus dimusim hujan sekarang ini.
"Untuk saat ini buah coklat yang di panen cukup banyak meskipun ada sebagian busuk diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Sulitnya menjemur biji kakao, kualitasnya menjadi buruk dikarenakan hanya mengandalkan panas matahari. Meski harganya turun, tetap saja dijual. Kalau tidak dijual bisa-bisa melah rusak dan tidak laku nantinya,"kata Udin, Senin (3/12).
Hal serupa dikatakan Yasir (60) yang juga petani kakao. Sejak turun hujan, kakao yang dipanen sulit kering dan kualitasnya kurang bagus. Bila kualitas kakao bagus, harga yang dibeli oleh pedagang relatif tinggi dan hal tersebut sulit untuk dilakukan oleh petani.
"Menjemur kakao hanya mengandalkan panasnya matahari. Beda kalau ada mesin pengering seperti padi atau jagung. Dibeli dengan harga segitu saja, sepertinya sudah sangat lumayan, dibandingkan harga saat musim kemarau kemarin yang sempat anjlok dengan harga dibawah Rp 10.000 perkilogram,"kata Yasir.
Aceng Jauhari (39) salah seorang pedagang kakao di Sidomulyo mengakui, penurunan harga itu dipicu oleh biji kakao yang di jual masih belum kering. Kakao yang di beli dari petani harus dijemur kembali agar harga jual ke agen tetap bagus. Meskipun pedagang harus mengalami penurunan berat karena ada penyusutan.
"Yang penting harga kakao masih stabil, meskipun setelah saya jemur pasti mengalami penyusutan. Karena tiap musim penghujan, kwalitas kakao pasti tinggi kadar airnya, soal untung atau rugi itulah resiko saya,"kata Aceng. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar