NATAR – Terkait dengan wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung, mayoritas warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) setuju dengan agenda itu. Bahkan Kemitraan Natar selaku wadah bagi para pengusaha di Kecamatan setempat mengklaim Natar bisa menjadi kota yang bagus dan maju.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat letak geografis wilayah lima kecamatan ( Natar, Tanjungsari, Jatiagung, Merbaumataram dan Tanjungbintang) sangat strategis.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat letak geografis wilayah lima kecamatan ( Natar, Tanjungsari, Jatiagung, Merbaumataram dan Tanjungbintang) sangat strategis.
Ketua Kemitraan Natar Hi. Eka Suwandi mengatakan, melihat keberadaan Bandara saja sudah bisa menjadi tolak ukur Natar mampu menjadi leading sektor dalam perekonomian maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pembangunan. “Bayangkan saja 4500 diperkirakan hilir mudik menggunakan jasa penerbangan dalam sebulannya. Dari situ sudah berapa persen sebagai sumbangsih bandara itu,” urainya.
Dia menambahkan, sebagai warga negara yang baik, harus memikirkan yang terbaik bagi kemajuan seluruh masyarakat. Dengan pemekaran wilayah maka secara otomatis memekarkan pola hidup masyarakat. “Intinya saya mendukung bila semua demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, Natar bisa menjadi kota yang bagus,” ujar pemilik Agen Elpiji terbesar di Natar ini.
Senada juga dikatakan Siti Nur Munawaroh (40), warga Desa Haduyang. Dia mengaku sangat setuju apabila rencana pembentukan Natar Agung bisa terwujud. Pasalnya, hal itu akan mempercepat pembangunan di wilayah kecamatan terluas pada Lamsel tersebut.
Dia menambahkan, sebagai warga negara yang baik, harus memikirkan yang terbaik bagi kemajuan seluruh masyarakat. Dengan pemekaran wilayah maka secara otomatis memekarkan pola hidup masyarakat. “Intinya saya mendukung bila semua demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, Natar bisa menjadi kota yang bagus,” ujar pemilik Agen Elpiji terbesar di Natar ini.
Senada juga dikatakan Siti Nur Munawaroh (40), warga Desa Haduyang. Dia mengaku sangat setuju apabila rencana pembentukan Natar Agung bisa terwujud. Pasalnya, hal itu akan mempercepat pembangunan di wilayah kecamatan terluas pada Lamsel tersebut.
“Kalau sudah menjadi kabupaten atau kota sendiri kan maka bisa lebih fokus pembangunnanya, apalagi biasanya kalau menjadi kabupaten atau kota baru maka lebih diperhatikan oleh pemerintah provinsi maupun pusat,” katanya.
Dia melanjutkan, bila Natar Agung benar-benar terwujud, maka akan memudahkannya untuk mengurus segala macam bentuk keperluan dan tak lagi harus menghabiskan waktu dan biaya yang besar hanya untuk sekedar pergi ke pusat pemerintahan. “Kalau pusat pemerintahannya di Natar atau di Jatiagung kan lebih enak mas, sebab, selama ini untuk ke Kalianda saja sudah menghabiskan waktu hampir dua jam belum lagi bensin atau ongkos yang dikeluarkan,” papar Siti yang juga sebagai pemilik rumah makan itu.
Suratman (52), warga lainnya juga sangat menggebu supaya Natar Agung bisa terwujud. Sebab, diakuinya keinginan dia bersama warga lain di wilayah setempat tersebut sudah sejak dari dahulu kala, mengingat efisiensi pelayanan dan pemerataan pembangunan bagi Kecamatan Natar “Dari dahulu memang kami sangat ingin supaya Natar ini bisa menjadi pusat pemerintahan. Sepertinya pajak dari Natar paling besar dari kecamatan lain yang ada di Lamsel, namun pembangunannya lambat. Kondisi jalan banyak yang rusak, baru akhir-akhir saja mulai ada perbaikan,” ujarnya.
Suara sedikit berbeda dikatakan Junaidi, warga Desa Muaraputih ini berharap bila memang wacana itu benar-benar akan dilanjutkan, sebaiknya dilakukan jejak pendapat langsung kepada masyarakat di beberapa kecamatan, yang akan bergabung. Paling tidak ada sosialisasi di setiap desa apakah rencana itu benar-benar kehendak semua masyarakat bukan segilintir orang saja.
Suratman (52), warga lainnya juga sangat menggebu supaya Natar Agung bisa terwujud. Sebab, diakuinya keinginan dia bersama warga lain di wilayah setempat tersebut sudah sejak dari dahulu kala, mengingat efisiensi pelayanan dan pemerataan pembangunan bagi Kecamatan Natar “Dari dahulu memang kami sangat ingin supaya Natar ini bisa menjadi pusat pemerintahan. Sepertinya pajak dari Natar paling besar dari kecamatan lain yang ada di Lamsel, namun pembangunannya lambat. Kondisi jalan banyak yang rusak, baru akhir-akhir saja mulai ada perbaikan,” ujarnya.
Suara sedikit berbeda dikatakan Junaidi, warga Desa Muaraputih ini berharap bila memang wacana itu benar-benar akan dilanjutkan, sebaiknya dilakukan jejak pendapat langsung kepada masyarakat di beberapa kecamatan, yang akan bergabung. Paling tidak ada sosialisasi di setiap desa apakah rencana itu benar-benar kehendak semua masyarakat bukan segilintir orang saja.
Demikian juga dengan asas manfaatnya jangan seperti DOB lainnya yang setelah berpisah dan memiliki pemimpin tidak lagi mengingat dan melupakan para penggagasnya. "Sehingga timbul konflik berkepanjangan, jika bicara setuju saya sangat setuju. Disamping pembangunan bisa lebih cepat rentang kendali selama ini bisa dipangkas dan hemat biaya," ujarnya.
Melihat dari aspek luas wilayah Kecamatan Natar yang mencapai 27.929 hektar dan jumlah penduduk 172.461 jiwa menjadikan Natar layak membentuk kabupaten atau kota baru bersama empat kecamatan yang sama-sama berada di wilayah barat Lamsel. Selanjutnya, dari sumber PAD sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) saja mencapai hampir dua miliyar rupiah, yakni pada angka Rp 1.985.044.187, belum lagi ditambah retribusi-retribusi lainnya seperti IMB, pengelolaan pasar, izin perusahaan-perusahaan dan lainnya yang tak tercakup secara riil.
Melihat dari aspek luas wilayah Kecamatan Natar yang mencapai 27.929 hektar dan jumlah penduduk 172.461 jiwa menjadikan Natar layak membentuk kabupaten atau kota baru bersama empat kecamatan yang sama-sama berada di wilayah barat Lamsel. Selanjutnya, dari sumber PAD sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) saja mencapai hampir dua miliyar rupiah, yakni pada angka Rp 1.985.044.187, belum lagi ditambah retribusi-retribusi lainnya seperti IMB, pengelolaan pasar, izin perusahaan-perusahaan dan lainnya yang tak tercakup secara riil.
Untuk kesejahteraan umum dan geliat perekonomian jelas Natar menjadi salah satu kecamatan dengan potensi penghasil beras yang mumpuni dengan luas lahan kurang lebih 4.000 hektar mampu menghasilkan enam hingga tujuh ton per hekare. Perekonomian semakin menjanjikan dengan banyaknya pertokoan dan pusat perbelanjaan di kecamatan yang berbatasan langsung dengan ibu kota provinsi tersebut. (rdo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar