CANDIPURO - Genangan air yang menggenangi lahan pertanian tanaman padi di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Candipuro masih tinggi. Bahkan banjir yang terjadi beberapa hari lalu merusakkan fasilitas saluran dan pintu air.
Bahkan hingga kemarin, Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kecamatan Sidomulyo, Candipuro dan Way Panji belum melakukan pendataan. Pendataan baru akan dilakukan setelah kondisi air benar-benar surut.
Kepala UPT DPU setempat Kasmuri Andi Setiawan mengaku, pihaknya belum bisa melakukan pendataan fasilitas yang dibangun pemerintah dan mengalami kerusakan. Hal tersebut dikarenakan, kondisi air masih cukup tinggi yang menggenangi saluran air.
"Kalau air sudah surut, baru kita laksanakan pendataan mana-mana yang mengalami kerusakan dan untuk sekarang ini, kita masih menunggu air surut dulu. Dari laporan petugas di lapangan, hanya beberapa titik tanggul yang mengalami longsor dan juga pintu air di DAS Way Gelam. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bila tidak ada lagi banjir, semuanya sudah kita ketahui yang rusak-rusak,"ujar Kasmuri. AS, Selasa (29/1).
Pengawas perbaikan DAS Way Gelam, Tupon mengaku baru mendapatkan laporan masyarakat adanya satu buah pintu air yang jebol dan tanggul yang longsor. Setelah melakukan pengecekan ke lapangan, ia segera melaporkan kepada atasannya untuk diteruskan kepada pihak rekanan dan juga DPU Kabupaten Lampung Selatan.
"Kalau pintu air yang jebol, itu memang dijebol oleh warga karena air tidak bisa keluar ke DAS Way Gelam. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DPU Kabupaten dan ini segera dilakukan perbaikan. Sesuai keterangan dari DPU Kabupaten, setelah banjir baru bisa diketahui seberapa besar air yang masuk ke sungai dan ini sudah diketahui,"kata Tupon.
"Sedangkan tanggul yang longsor, kami kawatir kalau sampai banjir datang lagi akan membuat rumah warga terkena dampaknya. Untuk mengatasi itu, kita juga sudah laporkan dan harapan kami dan juga masyarakat agar bisa diperbaiki,"pungkasnya.
Sementara itu, Sugianto yang mendapatkan tugas melakukan pengecekan pada fasilitas tanggul dan saluran irigasi yang rusak di Desa Beringin Kencana dan Sinar Pasemah, belum bisa mendata jumlah kerusakannya. Ia masih menunggu air surut yang sampai sekarang masih menggenangi tanaman dan juga saluran irigasi.
"Kita belum bisa mendata, karena airnya masih cukup besar dan belum kelihatan mana yang rusak. Kalau air sudah surut, kita langsung mendata dan melaporkan kepada atasan kami. Untuk sekarang ini, warga baru melakukan gotong-royong memperbaiki tanggul yang rawan ambrol dengan alat seadanya,"kata Sugianto. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar