Terkait Wabah DBD.
NATAR – Pada saat cuaca peralihan seperti sekarang ini, tidak bisa dipungkiri lagi kalau wabah penyakit mulai menyerang warga, terutama pada lingkungan yang kurang bersih dan sehat. Salah satu penyakit yang mulai menyerang tersebut yaitu Demam Berdarah Dangue (DBD). Oleh karenanya, kepedulian masyarakat terhadap lingkungann sangat berperan dalam mencegah berbagai penyakit.
Dari data yang didapat pada Puskesmas Natar, Lampung Selatan tercatat sudah ada empat penderita dari lima desa yang merupakan wilayah kerja Puskesmas tersebut yakni Negaratu, Bumisari, Natar, Merakbatin dan Rejosari yang positif terkena DBD pada Januari. Hal tersebut disebabkan pada letak geografis dengan jumlah penduduk yang sangat padat membuat DBD sulit sekali diantisipasi penyebarannya, meskipun dengan upaya yang telah dilakukan semaksimal mungkin.
Kepala Puskesmas Natar dr. Nessi Yunita menjelaskan, pada wilayah kerja puskesnya tersebut merupakan daerah endemis yang setiap tahun pasti ada kasus DBD ditemukan. “Di sini kan daerah endemis, letak geografis, dan juga laju transportasi yang cepat karena disini merupakan lintas kota, hal ini membuat lingkungan sekitar banyak terabaikan, selain itu juga kepadatan penduduk merupakan salah satu faktor penyebaran penyakit ini,” katanya kemarin.
Dia melanjutkan, keadaan lingkungan pun sangat berperan, seperti banyaknya genangan air yang terbuka, saluran air yang tidak mengalir serta banyaknya tempat penampungan barang bekas menyebabkan nyamuk penyebar DBD dapat berkembang biak dengan cepat. “Genangan-genangan air di seputaran tempat tinggal warga dan juga saluran air yang macet akan membuat nyamuk dengan mudah berkembang biak. Ditambah lagi adanya penampungan barang bekas yang tidak tertutup menimbulkan genangan. Semua itu sudah diluar kapasitas kami untuk membenahinya,” paparnya kepada Radar Lamsel. (Rdo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar