![]() |
| Ratusan hektar lahan persawahan warga empat desa di Kecamatan Tanjungsari masih tergenang air banjir,kemarin (30/01) |
TANJUNGSARI - Ratusan hektar tanaman padi di Kecamatan Tanjungsari hingga kemarin (30/01) masih terendam banjir.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Tanjungsari Afizon, menyebutkan, ada 263 hektar areal pertanian di empat desa terendam banjir, dan akibatnya 9,5 hektar diantaranya tanaman padi di empat desa tersebut fuso. Keempat desa tersebut adalah Desa Kertosari, Mulyosari, Malangsari dan Bagunsari.
"Sudah lima hari ini air banjir masih mengenangi arealapersawahan petani di empat desa tersebut. Akibatnya 9,5 hektar lahan pertanian fuso," katanya Afizon kemarin.
Faktor genangan air ini tak kunjung surut diakibatkan tanggul Sungai Way Galig jebol, dampak banjir yang terjadi pada Jumat (25/01) yang lalu.
"Jebolya tanggul semakin memperparah genangan air di 263 hektar areal persawahan petani, bahkan pada hari Senin (29/01) genagan air semakin dalam akibat meluapnya sungai Way Galih," terangnya.
Afizon melanjutkan, rata-rata usia tanaman padi di empat desa itu mulai dari satu bulan dan satu setengah bulan. Dan diakuinya bahwa pihaknya sudah mendata para petani yang areal persawahanya terendam banjir tersebut dan menyerahkan data tersebut kepada Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan.
Untuk di ketahui sebelumnya Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP, MBA pada Minggu (27/01) melihat secara langsung kondisi banjir di Kecamatan Tanjungsari, dan pada kesepatan itu bupati mengatakan akan mengusahakan bantuan benih padi kepada para petani yang arel persawahanya terendam banjir tersebut. (ndi)
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Tanjungsari Afizon, menyebutkan, ada 263 hektar areal pertanian di empat desa terendam banjir, dan akibatnya 9,5 hektar diantaranya tanaman padi di empat desa tersebut fuso. Keempat desa tersebut adalah Desa Kertosari, Mulyosari, Malangsari dan Bagunsari.
"Sudah lima hari ini air banjir masih mengenangi arealapersawahan petani di empat desa tersebut. Akibatnya 9,5 hektar lahan pertanian fuso," katanya Afizon kemarin.
Faktor genangan air ini tak kunjung surut diakibatkan tanggul Sungai Way Galig jebol, dampak banjir yang terjadi pada Jumat (25/01) yang lalu.
"Jebolya tanggul semakin memperparah genangan air di 263 hektar areal persawahan petani, bahkan pada hari Senin (29/01) genagan air semakin dalam akibat meluapnya sungai Way Galih," terangnya.
Afizon melanjutkan, rata-rata usia tanaman padi di empat desa itu mulai dari satu bulan dan satu setengah bulan. Dan diakuinya bahwa pihaknya sudah mendata para petani yang areal persawahanya terendam banjir tersebut dan menyerahkan data tersebut kepada Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan.
Untuk di ketahui sebelumnya Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP, MBA pada Minggu (27/01) melihat secara langsung kondisi banjir di Kecamatan Tanjungsari, dan pada kesepatan itu bupati mengatakan akan mengusahakan bantuan benih padi kepada para petani yang arel persawahanya terendam banjir tersebut. (ndi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar