Home » » Waspadai Makan Berzat Kimia

Waspadai Makan Berzat Kimia

Written By Radar Lamsel on Rabu, 30 Januari 2013 | 22.56

TANJUNGSARI - Zat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker bisa saja terdapat pada jajanan pasar atau jajanan anak-anak di sekolah. Karenanya masyarakat diharapkan agar selalu waspada dan mengamati ciri - ciri makanan yang mengandung bahan kimia. 
   
Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Tanjungsari dr. Putra, menjelaskan khususnya formalin, bahan kimia ini adalah larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air.
   
Biasanya ditambah metanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Zat kimia ini biasa digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin juga dilarang keras digunakan untuk pengawet makanan.
   
"Bahaya formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan sebanyak dua sendok makan saja atau 30 ml formalin bisa menyebabkan kematian," katanya.
   
Menurutnya, gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan, maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu, juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.
   
"Banyak makanan yang beredar luas dipasaran yang bisa saja mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia itu," ujarnya.
   
Beberapa makanan yang banyak ditemukan mengandung formalin diberbagai daerah sebagai pengawet di antaranya mie basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya.
   
Untuk mengetahui apakah beberapa makanan seperti mie, tahu dan bakso berformalin, yakni untuk ciri-ciri mie basah berformalin tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. Bau agak menyengat seperti bau formalin.
   
Kemudian, lanjut dia, tahu berformalin dengan kondisi tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar 25 derajat Celsius dan bisa tahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat. Bau agak menyengat. Seterusnya ikan segar atau hasil laut berformalin yakni tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25 derajat C). Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih. Bau formalin atau agak menyengat.
   
Seterusnya bisa juga terjadi pada ikan asin berformalin, cirinya tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius. Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat. Yang terakhir ciri-ciri baso berformalin, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat celsius, teksturnya sangat kenyal dan bau formalin agak menyengat.
   
"Ciri - ciri itu harus dikenali oleh masyarakat saat membeli. bukan berarti seluruh makanan mengandung bahan kimia, melainkan kita harus lebih jeli dan hati hati dalam memilihnya," paparnya.(ndi)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website