JATIAGUNG- Harga sayuran jenis kubis atau kol di Pasar Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung dan sekitarnya melonjak tajam hingga mencapai Rp8.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya yang hanya Rp1.500 hinga Rp2.000 per kg.
Devi, seorang pedagang sayur di Pasar setempat, kemarin, mengatakan, kenaikan harga kubis dipicu pasokan yang sangat sedikit, sementara permintaan masih bertahan.
"Harga kubis melonjak hingga Rp8.000 karena pasokan menurun. Para pedagang sayuran terpaksa rebutan membeli kubis yang dibawa truk dari para petani di Jatimulyo karena persediaan minim," katanya.
Devi yang juga menjual aneka sayuran mengatakan, banyak pembeli yang akhirnya membatalkan untuk membeli karena harganya mahal.
Akan tetapi, ujarnya lagi, bagi yang membutuhkan seperti pedagang bakwan, pecal, pecel lele dan gado-gado terpaksa membeli walau harganya tinggi.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari sopir truk pengangkut kubis itu, penyebab persediaan kubis menurun juga terkait petani tidak panen karena bayak tanaman kol mereka banyak yang rusak akibat faktor cuaca akhir-akhir ini," katanya.
Sementara Unit Pelayan Teknis UPT, Dinas Pertanian Kecamatan Jatiagung Robinsis mengatakan, kendati harga jual kubis di Pasar Jatiagung tinggi, namun harga pembelian di tingkat petani di sentra produksi kubis di beberapa desa di Kecamatan Jatiagung hanya berkisar Rp1.500 per kg.
Bahkan harga pembelian di tingkat petani itu semakin turun dibandingkan pada bulan Febuari yang mencapai Rp2.500-Rp3.000 per kg. "Turunnya harga kubis di tingkat petani itu berdampak terhadap petani yang malas bertanam," ujarnya.
Bahkan, menurut dia, tingkat kemalasan petani semakin tinggi karena dalam dua tahun terakhir tanaman kubis diserang penyakit "akar gada", yakni penyakit yang diduga berasal dari bibit kubis dan mengakibatkan tanaman tidak bisa membentuk kol bulat (krop) dan yang tumbuh hanya daun-daunnya saja.
"Akan tetapi pada sisi lain menurunnya pasokan kubis justru meningkatkan pendapatan petani, karena sesuai hukum pasar pasokan kurang harga akan naik karena permintaan terhadap kubis tinggi," katanya.(ndi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar