NATAR – Petani singkong di Kecamatan Natar merespon positif adanya kenaikan harga singkong di wilayah Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel). Sebelumnya harga singkong di kecamatan setempat masih berkisar Rp500 hingga Rp600 per kilogram (kg)-nya, namun saat ini harga singkong naik menjadi Rp720 per kg.
Pairin (61), salah seorang petani singkong di kecamatan setempat mengaku gembira dengan kenaikan harga tersebut, sebab keuntungan yang diperolehnya otomatis akan bertambah. ”Ya baguslah mas, kalau harganya naik kan penghasilan kami sebagai petani bisa bertambah,” katanya kemarin.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut di sebabkan saat ini singkong memang sulit di dapat dikarenakan bukan dalam waktu panen dan juga kebanyakan konsumen banyak yang beralih dari jagung ke singkong. ”Singkong banyak dicari sekarang mas, saat ini juga memang bukan waktunya panen singkong, biasanya pada bulan November hingga Desember yang merupkan waktu panen. Jadi wajar bila harga singkong saat ini sedang naik, nanti pada saat panen, biasanya harganya kembali turun,” ujarnya. Dalam satu hekatare kebun singkong biasanya akan menghasilkan antara 25 ton hingga 30 ton singkong dengan jangka waktu penanaman 8 bulan hingga 10 bulan. Para petani biasanya menghabiskan biaya pembibitan dan perawatan sebesar Rp.3 juta hingga Rp5 juta dalam satu hektare luas kebun. (rdo).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar