PADANGCERMIN – sebuah kreatifitas dapat menghasilkan uang. Seperti yang dilakukan Ann (35), warga Dusun Sinardua, Desa Harapanjaya, Kecamatan Padangcermin, Pesawaran. Dari industry rumahan yang dirintisnya belum lama ini, dapat menghasilkan produk kebutuhan rumah tangga seperti keset dan sikat berbahan dasar serabut kelapa dan alat yang diciptakannya sendiri.
Diceritakan, usahanya ini berawal saat dirinya tengah menganggur dan bingung menentukan usaha yang ingin dijalaninya karena hanya memiliki ijasah setingkat SMP. Akhirnya, pada Oktober 2010 dirinya memutuskan membuka usaha ini, setelah dirinya berangan dapat menciptakan alat pemintal dan pencukur serabut.
Bahan dasar serabut kelapa ia beli dari para warga disekitar desa yang mengumpulkan, seharga Rp 12 ribu perkubik. Selanjutnya bahan tersebut dibersihkan untuk diambil bagian yang halusnya, dengan dibuntal/digulung seperti benang kemudian dipintal di mesin.
Serabut yang halus dipergunakannya untuk membuat sikat, sementara yang kasar dikaitkan di kawat. Untuk membuat keset serabutnya dipintal lagi sehingga berbentuk seperti tambang,
Dalam satu hari dengan dibantu dua karyawannya, dirinya mampu menghasilkan 70 sikat dan 20 keset. Untuk pemasaran, dijual hingga Bandarlampung, seharga Rp 1500-2000 /buah untuk sikat Rp 3 ribu / buah untuk keset.
Dalam satu bulan omzet yang dihasilkan bias mencapai Rp 8 jutaan. Saat ini dalam memajukan usahanya dirinya terbentur dengan dana dan alat yang masih sangat sederhana.
”Sekarang produksi masih sangat terbatas karena terbentur dana dan alat yang masih sederhana. Jalau saja alat yang digunakan lebih modern pasti produk yang dihasilkan bisa 5 kali lipat jumlahnya dalam satu hari,” ucapnya.
Sebagai pelaku home industry, dirinya mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait, berupa bantuan modal ataupun pembinaan.(nzr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar