Home » » Kouta Pupuk Bersubsidi Pesawaran Berkurang

Kouta Pupuk Bersubsidi Pesawaran Berkurang

Written By Radar Lamsel on Minggu, 10 Februari 2013 | 23.18

Imbau Petani tak Tergantung Pupuk Kimia

GEDONGTATAAN - Tahun ini alokasi pupuk bersubsidi jenis urea bersubsidi secara nasional berkurang 40 persen dari tahun sebelumnya, termasuk Provinsi Lampung, khususnya Pesawaran.

Untuk itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pesawaran mengimbau petani tidak bergantung ke pupuk kimia bersubsidi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Distanak Pesawaran Ir. Lukmansyah. Dia mengatakan tahun 2012 Pemkab Pesawaran mendapatkan kuota pupuk jenis urea 16.636 ton, SP36 3.840 ton, ZA 753 ton, NPK 6.084 ton dan organik 1.248 ton.

Sedangkan tahun 2013 pupuk jenis urea 10.822 ton, SP36 3.023 ton, ZA 830 ton, NPK 5.667 ton dan organic 1.567 ton. Bila melihat perbandingan antara 2013 dan 2012, penurunan terbanyak terjadi ke urea yakni mencapai 5.814 ton, SP36 mengalami penurunan sebanyak 817 ton dan NPK sebanyak 417 ton.

Sementara, untuk ZA meningkat 77 ton dan pupuk organik meningkat 319 ton. “Padahal sebelumnya kuota pada tahun 2012 saja yang dinyatakan tercukupi untuk di Pesawaran, masih saja terjadi isu kelangkaan pupuk. Apalagi dengan adanya pengurangan pupuk bersubsidi ini,” kata Lukmasyah.

Dalam menyikapi itu, sambung Lukmansyah, Pemkab Pesawaran akan melayangkan surat ke Kementerian Pertanian pusat. Kendati pengurangan itu memang berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian berdasarkan usulan dari PT Pusri selaku penyedia pupuk urea bersubsidi.

“Kita juga mengharapkan semua kabupaten kota melakukan hal yang sama. Sehingga pada pertengahan Juni tahun ini ada penambahan pupuk bersubsisdi, setidaknya sama dengan tahun sebelumnya,” harapnya.

Lukmansyah menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi terutama urea dan SP36, Distanak mengimbau petani agar menggunakannya secara efisien atau disesuaikan kebutuhan lahan. Sebab, kebutuhan lahan di satu daerah dengan yang lain berbeda. Lalu petani juga perlu mulai beralih menggunakan pupuk alternatif seperti organik dan kompos.

"Saat ini komoditas yang menggunakan pupuk organik justru lebih memiliki daya saing lebih baik dibanding kimia. Untuk merubah perilaku petani memang membutuhkan waktu. Namun, kami akan tetap berupaya melakukannya," pungkasnya. (nzr)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website