KALIANDA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Selatan tidak dapat berbuat banyak untuk mengawasi jalannya tahapan pemilu 2014 mendatang.
Alasannya, keterbatasan anggaran dan personil yang dimiliki, membuat lembaga yang mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan itu belum maksimal.
Ketua Panwaslu Kabupaten Lamsel Pauzi, S.H hanya bisa mengamininya. Menurutnya, untuk mengawasi masa kampanye yang kini tengah berlangsung, komisioner Panwaslu Kabupaten yang harus terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan. Bahkan, kegiatan itu tidak diakomodasi dengan anggaran.
“Ya mau bagaimana. Kemarin ada acara PAN (Partai Amanat Nasional) di Natar, saya yang langsung terjun tanpa akomodasi,” kata Pauzi kepada Radar Lamsel, kemarin.
Idealnya, sambung Pauzi, saat ini jajaran Panwaslu mulai dario Kecamatan dan Desa sudah terbentuk. Sehingga, proses pengawasan sudah mulai berjalan efektif. “Tapi anggarannya pembentukan panwascam memang belum turun. Mau tidak mau kami yang harus turun,” kata Pauzi lagi.
Syukur alhamdullillah, Pauzi menyebut, Panwaslu Kabupaten Lamsel diakomodasi Pemkab Lamsel menempati eks Kantor Kecamatan Kalianda di Jln. Veteran, Kalianda sebagai Sekretariat Panwaslu. Sebab, sebelumnya Panwaslu Lamsel tidak memiliki kantor yang tetap. “Besok (hari ini’red) kami beres-beres kantor,” katanya.
Disinggung mengenai tembusan daftar tim kampanye dari masing-masing partai politik (parpol), Pauzi mengaku hingga kemarin Panwaslu belum menerima tembusan. Menurutnya, daftar tim kampanye dari masing-masing parpol harus sudah diserahkan ke KPU dan ditembuskan ke Panwaslu tiga hari setelah penyerahan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) di serahkan Pemkab Lamsel ke KPU.
“Harusnya tiga hari setelah penyerahan DP4 sudah diserahkan. Nanti, kami koordinasikan dahulu dengan Panwaslu Provinsi langkah selanjutnya seperti apa,” pungkas Pauzi. (edw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar