KATIBUNG - Nasib tragis dialami Saripah (35) warga Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung. Akibat penyakit epilepsinya kambuh, ia tewas di sungai yang tak jauh dari rumahnya, Senin (4/2). Mayat korban baru diketemukan oleh anak kecil yang akan mandi di sungai sekitar pukul 17.25 WIB.
Kades Tanjungan, Imron mengatakan, warganya sudah hampir tiga kali terjebur disungai karena penyakitnya kambuh. Setelah kali ketiga, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya ditemukan oleh anak kecil yang akan mandi. Mayat tersebut ditemukan sudah terapung disungai dengan posisi tengkurap menyangkut dibebatuan.
"Memang sudah sering, Bu Saripah kambuh penyakitnya saat mandi disungai. Dua kali, warga sempat menyelamatkan korban dan yang ketiga kalinya ini tidak bisa diselamatkan. Keluarganya sepertinya pasrah dengan kematian korban yang memang sudah lama mengidap penyakit tersebut," ujar Imron.
Suami korban, Sukarna (40) menuturkan, waktu itu dirinya baru saja pulang dari bekerja. Sekitar setengah jam dirinya beristirahat, mendapat informasi dari warga bahwa istrinya (korban-red) telah mengambang disungai dan sudah tidak bernyawa. "Saya sangat shock ketika mendengar berita tentang kematian isteri saya. Saya tidak menduga sama sekali kalau istri saya mau meninggal seperti ini dan tidak punya firasat apapun. Namun saya hanya dengar kalau tetangga saya mimpi rumah saya sedang menggelar hajatan itu saja," ujar Sukarna.
"Dengan kejadian ini, semoga arwah istri saya diterima Tuhan yang maha kuasa dan kepada para handa taulan saya minta ma'af kalau ada kesalahan pada isteri saya. Mudah-mudahan isteri saya diberikan tempat yang terbaik di sisi Alloh SWT,"imbuh Sukarna
Petugas kesehatan yang memeriksa mayat Saripah, Junaedi mendampingi Kepala UPT Puskesmas Katibung, Eka Wahyuning Astuti mengatakan, hasil pemeriksaan sementara ditubuh korban tidak terdapat bekas penganiayaan sedikitpun. korban diduga terjatuh disungai dan menurut keterangan pihak keluarga bahwa korban mempunyai latar belakang penyakit epelepsy. "Dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan ini murni kecelakaan,"ujar Junaedi. (K-4)
Kades Tanjungan, Imron mengatakan, warganya sudah hampir tiga kali terjebur disungai karena penyakitnya kambuh. Setelah kali ketiga, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya ditemukan oleh anak kecil yang akan mandi. Mayat tersebut ditemukan sudah terapung disungai dengan posisi tengkurap menyangkut dibebatuan.
"Memang sudah sering, Bu Saripah kambuh penyakitnya saat mandi disungai. Dua kali, warga sempat menyelamatkan korban dan yang ketiga kalinya ini tidak bisa diselamatkan. Keluarganya sepertinya pasrah dengan kematian korban yang memang sudah lama mengidap penyakit tersebut," ujar Imron.
Suami korban, Sukarna (40) menuturkan, waktu itu dirinya baru saja pulang dari bekerja. Sekitar setengah jam dirinya beristirahat, mendapat informasi dari warga bahwa istrinya (korban-red) telah mengambang disungai dan sudah tidak bernyawa. "Saya sangat shock ketika mendengar berita tentang kematian isteri saya. Saya tidak menduga sama sekali kalau istri saya mau meninggal seperti ini dan tidak punya firasat apapun. Namun saya hanya dengar kalau tetangga saya mimpi rumah saya sedang menggelar hajatan itu saja," ujar Sukarna.
"Dengan kejadian ini, semoga arwah istri saya diterima Tuhan yang maha kuasa dan kepada para handa taulan saya minta ma'af kalau ada kesalahan pada isteri saya. Mudah-mudahan isteri saya diberikan tempat yang terbaik di sisi Alloh SWT,"imbuh Sukarna
Petugas kesehatan yang memeriksa mayat Saripah, Junaedi mendampingi Kepala UPT Puskesmas Katibung, Eka Wahyuning Astuti mengatakan, hasil pemeriksaan sementara ditubuh korban tidak terdapat bekas penganiayaan sedikitpun. korban diduga terjatuh disungai dan menurut keterangan pihak keluarga bahwa korban mempunyai latar belakang penyakit epelepsy. "Dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan ini murni kecelakaan,"ujar Junaedi. (K-4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar