SIDOMULYO - Aksi pencurian kendaraan sepeda motor dengan cara membobol rumah semakin meresahkan masyarakat. Aksi pencurian kembali terjadi Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Sabtu (26/1) sekitar pukul 04.30 WIB.
Padahal sebelumnya, di desa ini juga terjadi aksi perampokan yang menewaskan korban Suyadi yang tinggal di Perumahan Dinas BP4K Sidomulyo. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban.
Aksi pencurian kembali terjadi di desa itu yang menimpa Tumiran. Meski korban tidak dilukai, namun korban harus merelakan sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nomor Polisi B 6465 TUF dibawa kabur pencuri.
Tumiran mengatakan, kejadian pencurian baru diketahui pagi hari saat isterinya Sutri (36) berniat mengambil air wudhu untuk sholat shubuh. Melihat sepeda motor tidak ada lagi ditempatnya, Sutri langsung membangunkannya. Setelah mengetahui sepeda motornya hilang, Tumiran langsung melapor kepada Kepala Desa.
"Pagi sekitar pukul 04.00 WIB, saya sudah bangun karena kencing. Setelah itu saya tidur lagi dan baru bangun setelah isteri saya membangunkan saya. Pencuri masuk kedalam rumah melalui jendela yang terbuat dari bambu, entah dicongkel atau ditarik bambunya, saya juga tidak tahu. Dari jejak ban sepeda motor saya, sepertinya arah ke Desa Sukamarga yakni ke arah perkebunan sawit,"kata Tumiran.
"Setelah sepeda motor saya tidak ada dirumah dan yakin digondol maling, saya langsung melapor ke Pak Kades. Saya juga disarankan untuk melaporkan pencurian ini ke Polsek Sidomulyo dan saya tadi siang sudah lapor kesana. Akibat sepeda motor saya digondol maling, saya mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta dari harga motor tersebut,"imbuhnya.
Kepala Desa Sidowaluyo, Tarsan mengakui, ada warganya yang menjadi korban pencurian. Warga yang menjadi korban pencurian juga telah disarankan untuk melapor ke Polsek Sidomulyo. Ia berharap, warga agar berhati-hati menjaga harta bendanya. Karena tidak hanya kendaraan bermotor yang menjadi incaran pencuri, tetapi hewan ternak khususnya sapi juga rawan dicuri.
"Memang tadi pagi saya mendapat laporan dari warga yang menjadi korban pencurian. Setelah saya datang ke rumah korban, saya melihat jendela rumah hanya dipasang bambu dan sepertinya mudah dicongkel oleh pencuri. Saya menghimbau kepada warga agar berhati-hati agar pencurian tidak terjadi lagi dan Siskamling harus lebih ditingkatkan. Apalagi pencuri sampai nekat membunuh korbannya, itu yang kita takutkan,"kata Tarsan.
Sementara itu, aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) juga terjadi di parkiran sekolah SMA Negeri 1 Kalianda. Sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (27/1), pencuri berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nomor polisi (nopol) BE 6415 EF milik Sulistiono (28).
Motor milik warga Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda ini ditinggal saat melakukan seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolah setempat.
Sulistiono mengaku melihat dua orang yang tak dikenal mengendarai motor Yamaha Vixion di depan sekolahnya. Dia melihat, salah seorang turun dari motor dan satunya lagi masih diatas motor yang dibawa pelaku. "Saya tidak curiga dengan dua orang itu. Tidak lama berselang, karena ada perasaan tidak enak sayang meminta Raga salah seorang siswa SMA Negeri 1 untuk mengecek motornya di pakiran sekolah. Tapi setelah di cek motor sudah tidak ada dilokasi parkiran sekolah," katanya.
Setelah mengetahui motornya hilang, siswa lainnya mengecek motornya masing-masing. Setelah di cek, ada dua motor siswa yang dirusak kontaknya yang diparkir depan sekolah. Motor yang berhasil dirusak kontaknya itu adalah milik Marlandi dengan jenis motor Suzuki Tunder dan Tri Abdurahman dengan jenis motor Suzuki Satria F.
"Setelah mengetahui kejadian ini, saya langsung lapor ke kantor Polsek Kalianda. Saya juga minta bantuan teman-teman yang melihat jenis motor saya hilang segera laporkan ke polisi atau hubungi saya," ujarnya.(gus/CW-1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar