KEDONDONG – Hujan yang secara terus menerus terjadi dalam beberapa hari ini, menyebabkan bibit ikan air tawar dibeberapa Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) mati. Bahkan jumlahnya mencapai dua kilo per hari.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Kelautan dan Perikanan Kecamatan Kedondong M. Sutejo BP, bibit ikan yang mati tersebut mayoritas jenis gurame. Pergantian musim, menurutnyalah yang menjadi penyebab hal itu terjadi.
"Indikasi ikan yang mati itu akibat kurang terkena sinar matahari. Selain itu, banyaknya air hujan yang tertampung di kolam juga menjadi faktor banyaknya ikan menjadi mati," katanya, kemarin.
Dia menuturkan populasi ikan gurame di lima desa yaitu Kububatu, Gunungsari, Sukamaju dan keduanya lagi di Desa Kedondong dengan jumlah kematian hingga mencapai 5%. "Bahkan salah satu Pokdakan ada yang semuanya mati," imbuhnya.
Diakuinya, bibit ikan yang mati tersebut bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran untuk Pokdakan kecamatan setempat pada akhir tahun 2012 lalu dengan ukurannya memang terlalu kecil. "Ya wajar mati, bibitnya juga kecil-kecil. Jadi kalau musim seperti ini tidak kuat," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakanya bibit ikan tersebut sebelum diserahkan kesetiap Pokdakan telah dilakukan karantina selama 14 hari. "Sebelumnya sih sudah dikarantina, tapi ya mau bagaimna lagi, cuacanya begini dan ditambah lagi dengan bibitnya yang belum mampu untuk masukan ke dalam kolam, dan kalau mau pakai kolam terpal ikan gurame itu tidak bisa," tandasnya. (irs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar