![]() |
| Salah satu siswi MTs Al-Khairiyah Sidomulyo yang mengalami kesurupan, setelah tersadar, Senin (28/1). |
SIDOMULYO - Lagi, pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khairiyah Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo kesurupan. Pekan lalu, lima siswi setempat mengalami kesurupan.
Kemarin, dua siswi kembali mengalami kesurupan saat akan bersama-sama membacakan surat yasin. Meski terjadi kericuhan disekolah akibat adanya dua siswi yang kesurupan, kegiatan yasinan dan belajar mengajar tetap berjalan.
Kepala MTs Al-Khairiyah Sidomulyo, Drs. Daim Junaedi mengakui, telah terjadi kesurupan yang kali kedua dialami dua anak didiknya. Untuk mencegah agar kesurupan tidak merembet ke siswi yang lainnya, pihak sekolah berupaya mendatangkan ustadz dan orang pintar untuk mengatasi kesurupan tersebut.
"Saat pukul 13.00 WIB, semua siswa-siswi akan melaksanakan yasinan bersama karena sepekan lalu ada 5 siswi yang mengalami kesurupan. Tiba-tiba saat akan dimulai, dua siswi menjerit-jerit dan langsung kita bawa ke ruang kantor. Kami juga memanggil orang pintar dan ustadz untuk mengobati mereka yang kesurupan,"kata Daim Junaedi, Senin (28/1).
"Walaupun ada dua anak yang terkena kesurupan, kegiatan yasinan tetap dilaksanakan sampai dengan selesai. Harapan kami dengan dilaksanakan yasinan, do'a yang kita bacakan bisa mengusir para pengganggu disekolah. Sehabis melaksanakan yasinan, kegiatan belajar mengajar tetap kita laksanakan seperti biasa dan tidak seperti saat terjadi kesurupan yang lalu. Kita harus memulangkan anak-anak lebih awal,"imbuhnya.
Tokoh pemuda Kecamatan Sidomulyo, Yock Sugiarto mengharapkan kepada pihak sekolah untuk mengupayakan agar kesurupan tidak terjadi lagi. Ia kawatir bila kejadian tersebut terus terulang kembali akan mengganggu proses belajar bagi anak-anaknya.
"Saya berharap kejadian kesurupan yang dialami anak-anak dan sering terjadi bisa ditanggulangi dengan upaya yang dilakukan pihak sekolah seperti mendatangkan orang pintar. Karena kalau dibiarkan dan tidak ada upaya, anak-anak akan bertambah resah dan takut untuk belajar di sekolah. Saya sebagai orangtua kalau ada seperti itu juga was-was dan mudah-mudahah tidak terjadi lagi dilain hari,"ujar Yock Sugiarto. (gus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar