Home » » Pintu Air dan Tanggul Jebol

Pintu Air dan Tanggul Jebol

Written By Radar Lamsel on Minggu, 27 Januari 2013 | 22.49

CANDIPURO - Derasnya air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Gelam di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro mengakibat pintu air jebol dan tanggul yang baru dibangun mengalami longsor.
 
Tak hanya itu, 4 pintu air yang baru dibangun di Desa Sinar Pasemah tidak bisa berfungsi dan juga mengalami kerusakan. Akibatnya, luapan air membuat tanaman padi menjadi tergenang dan terancam mengalami kerusakan.
 
Kepala Desa Way Gelam, Ngatijo mengatakan, ada tanggul dan pintu air yang jebol serta talud pada jembatan menjadi tergerus. Akibatnya air yang mengalir dari saluran DAS Way Gelam mengalir ke lahan persawahan milik petani. Ia berharap, pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut segera memperbaiki agar petani tidak dirugikan.
 
"Hujan yang turun selama tiga hari dengan deras, membuat debit air yang ada di DAS Way Gelam mengalami kenaikan dan sampai menjebolkan tanggul dan juga pintu air. Kalau sudah seperti itu, air langsung masuk ke lahan pertanian dan sekarang ini mengakibatkan tanaman padi terendam. Karena pengerjaan tanggul masih tanggungjawab pihak rekanan, kami harapkan agar segera diperbaiki,"kata Ngatijo, Sabtu (26/1).
 
Hal sama dikatakan Kepala Dusun II Sinar Pasemah, Sukarman. Saluran air yang dibangun pihak rekanan tidak bisa berfungsi menanggulangi air dari desa menuju lahan pertanian. Akibatnya dari 4 pintu air yang dibangun, 2 pintu air sudah jebol dan saluran air terlalu kecil mengakibatkan air dari perkampungan tidak bisa ditahan,
 
"Pintu air tidak berfungsi sama sekali dan akhirnya membuat air dari perkampungan masuk ke lahan pertanian dan mengakibatkan banjir. Kami sebelumnya juga mengusulkan agar tanggul ditinggikan setinggi 1,5 meter dengan panjang 1,5 kilometer agar air dari sungai tidak masuk ke lahan pertanian. Tetapi yang diperbaiki hanya membuat talud dan tinggi tanggul hanya ditambah 40 centimeter,"kata Sukarman.
 
Camat Candipuro, Drs. Sumardi mengintruksikan kepada DPTPH, Korluh Pertanian, Kepala Desa dan kelompok tani untuk sama-sama menanggulangi kerusakan tanggul sementara. Hal tersebut dilakukan agar air dari DAS Way Katibung tidak masuk ke lahan pertanian dan juga pemukiman rumah warga.
 
"Karena ini sifatnya darurat dan untuk menjaga air tidak lebih banyak lagi yang masuk ke lahan pertanian. Semua pihak harus bersama-sama melakukan gotong-royong memperbaiki tanggul yang rusak atau terancam jebol. Kalau menunggu perbaikan dari pemerintah tentunya membutuhkan waktu lama dan kondisi air juga belum surut,"kata Sumardi disela-sela melihat banjir bersama Danramil Sidomulyo, Kapten (Kav) Suyanto dan Kapolsek Candipuro, AKP. Suharyo.
 
"Kalau untuk pintu air dan tanggul yang dikerjakan oleh pihak rekanan, itu masih menjadi tanggungjawabnya karena masih dalam masa pemeliharaan. Masyarakat jangan kawatir, itu pasti akan diperbaiki oleh rekanan. Yang terpenting sekarang ini, kita perbaiki dulu apa yang bisa kita lakukan bersama,"pungasknya. (gus)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website