KETAPANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Lampung Selatan harus kerja ekstra lagi. Sebab, sampai saat ini wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam masyarakat di kabupaten setempat khususnya di Kecamatan Ketapang yang sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).
Pada Jumat (25/1) lalu, satu korban meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes agepty itu. Korban meninggal dunia adalah Dewi Wulansari (5) warga Desa Tamansari, Kecamatan Ketapang. Sebelum meninggal, korban anak dari Sarijan (40) yang masih balita itu sempat dirawat di Rumah Sakit dr. H. Bob Bazar, S.K.M Kalianda selama tiga hari dan dirujuk ke RS Imanuel Bandarlampung.
Kepala Puskesmas Ketapang Herwin, S.K.M mengatakan, korban mulai terserang gejala-gejala panas demam pada Minggu (20/1). Lalu korban langsung di larikan RS Kalianda untuk menjalani perawatan. Setelah di rawat selama tiga hari, korban pada Kamis sore (24/1) dirujuk RS Imanuel Bandarlampung. "Namun karena kondisinya terus memburuk, korban meninggal di RS Imanuel Bandarlampung pada Jumat pagi (25/1). Dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, korban positif terkena penyakit DBD," kata Herwin saat dihubungi, Minggu (27/1).
Menurut Herwin, pihaknya terus melakukan pemeriksaan jentik-jentik nyamuk di setiap desa-desa. Sebab, katanya, wabah penyakit DBD di Kecamatan Ketapang masih terus menyerang meskipun intensitasnya mulai menurun sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan pada musim hujan sekarang ini wabah penyakit DBD masih mengancam masyarakat di Kecamatan Ketapang jika tidak diantisipasi dengan menerapkan pola hidup bersih dimasing-masing lingkungannya.
"Secara umum intensitas serangan penyakit DBD sudah menurun. Tapi tidak menutup kemungkinan serangan penyakit DBD terus berlangsung mengingat musim hujan masih berlangsung. Kami sudah melakukan pengasapan (Fogging) setiap desa-desa secara merata beberapa waktu lalu. Pengasapan dan pemeriksaan jentik ni terus kami lakukan secara rutin kedesa-desa," terang Herwin.
Sebelumnya, sejak awal tahun lalu jumlah korban DBD meninggal dunia di Kecamatan Ketapang sudah lima orang. Dengan rincian, dua orang korban dari Desa Sripendowo dan tiga korban dari Desa Legundi. Bahkan Pemkab Lampung Selatan menyatakan penyakit DBD di Kecamatan Ketapang sudah masuk kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pemkab Lamsel Armen Patria saat itu mengatakan, wabah penyakit DBD bulan-bulan ini cenderung meningkat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menyebabkan wabah penyakit DBD muncul saat musim penghujan.
Armen juga mengatakan, Pemkab telah membuka posko setiap desa yang rawan terjangkit penyakit DBD. Kadiskes mengimbau masyarakat segera melaporkan dan memeriksakan diri ke bidan desa, puskesmas atau ke rumah sakit Kalianda.
Dia mengatakan, mencegah perkembangbiakan nyamuk paling efektif dengan cara melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan masing-masing. (man)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar