RAJABASA - Sulnawati (32), warga Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, surat permohonan untuk mendapatkan bantuan dari Pemkab Lamsel, Selasa (29/1) kemarin direalisasikan.
Sekretaris Kecamatan Rajabasa Ariswandi, SH, MH, mendampingi Camat Rajabasa Setiawansyah, AP, M. Si mengatakan, diberikannya bantuan berupa seperangkat peralatan makan dan minum serta sembako oleh Pemkab melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) kepada Sulnawati tersebut, setelah warga Desa Batu Balak ini melayangkan surat keterangan warga miskin ke pemerintah kecamatan setempat pada Bulan Desember 2012.
"Ibu Sulnawati ini sebelumnya melayangkan surat permohonan bantuan yang ditujukan kepada pemerintah Kecamatan Rajabasa di akhir tahun 2012 kemarin. Dengan alasan, ia tidak mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah," ujar Ariswandi, kepada Radar Lamsel, usai menyerahkan bantuan, kemarin.
Dikatakannya, inti dari surat yang dilayangkan tidak lain adalah untuk meminta bantuan kepada pemerintah dengan dasar keterangan surat tidak mampu yang dilampirkan pada surat permohonannya.
"Menanggapi surat tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk menyampaikan surat permohonan tersebut ke Dissosnakertrans Lamsel. Dengan harapan permohonan tersebut bisa terealisasi. Alhamdulillah, akhirnya bantuan tersebut hari ini direalisasikan," katanya.
Aris mengungkapkan, adapun bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 25 kg, piring dan mangkuk melamin, gelas, wajan, panci, teko, family kids, selimut bergaris, tikar, sarung, kecap dan saus, sarden, baju kaos dan daster.
"Kami selaku Pemerintah Kecamatan Rajabasa mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Lamsel, khususnya kepada Bupati Hi. Rycko Menoza S.Z.P, atas direalisasikanya bantuan untuk warga kami yang tinggal di Desa batu balak ini," terangnya.
Ia menjelaskan, terkait pemberian bantuan PKH bagi keluarga miskin, itu adalah keluarga yang telah terdata sejak tahun 2007 lalu. "Yang melakukan pendataan bukan dari pihak kecamatan, melainkan langsung dari pusat, yakni Badan Pusat Statistik (BPS)," jelasnya.
Pihaknya berharap, untuk pendataan program PKH tahun mendatang untuk bisa lebih ditingkatkan lagi. Ini bertujuan, supaya pemberian PKH betul-betul tepat sasaran. "Sejauh ini memang sudah mengenai sasaran, mungkin keluarga Sulnawati ini belum mendapat gilirannya," pungkasnya. (CW-1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar