Hadapi Ancaman Bencana
KALIANDA - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan meminta kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kapasitas kesiap-siagaannya dalam menghadapi berbagai macam ancaman bencana alam.
KALIANDA - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan meminta kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kapasitas kesiap-siagaannya dalam menghadapi berbagai macam ancaman bencana alam.
Masyarakat juga diharapkan bisa menjadi pihak pertama dan utama dalam hal menanggulangi bencana yang sewaktu-waktu dapat melanda sebelum datangnya bantuan dari pihak lain.
Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Lamsel H. Junaidi Sudrajat, SH, MH, kepada Radar Lamsel, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (28/1).
Junaidi menuturkan, dalam menghadapi cuaca ekstrim yang sedang terjadi sekarang, seluruh lapisan masyarakat di Lamsel, khususnya yang tinggal didaerah rawan bencana, agar dapat selalu waspada serta meningkatkan kapasitas kesiap-siagannya.
"Kesiap-siagaan bukan saja harus menyiapkan pemerintah sebagai penanggung jawab dalam hal penanggulangan bencana. Tetapi juga, masyarakat harus bisa meningkatkan kapasitas kesiap-siagaan dan antisipasinya, terutama bagi masyarakat yang tinggal dilokasi rawan bencana," tuturnya.
Dikatakanya, melalui peran serta aktif masyarakat dengan menggunakan pendekatan, diharapkan bisa menempatkan masyarakat sebagai subjek dan objek untuk menaggulangi bencana.
"Melalui itu semua, secara langsung sudah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan sendiri upaya penaggulangan bencana yang sewaktu-waktu melanda," katanya.
Dia menjelaskan, untuk mengantispasi bencana dalam menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi sekarang ini, pihaknya juga telah mensiagakan personil Team Reaksi Cepat (TRC) Pos Telekomunikasi di 54 titik di tujuh kecamatan yang memiliki wilayah rawan bencana. Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Sidomulyo, Katibung, Kalianda, Ketapang, Sragi dan Kecamatan Rajabasa.
"Fungsi dari personil TRC tersebut adalah untuk memantau situasi di masing-masing wilayahnya. Artinya, jika bencana melanda secara otomatis personil yang disiagakan akan melaporkan secara langsung ke BPBD Lamsel untuk segera ditindaklanjuti," jelasnya.
BPBD juga, tambahnya, akan terus berupaya mengoptimalkan fungsi personil Satuan Tugas (Satgas) bencana yang ada dimasing-masing desa. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh aparatur desa dan masyarakat untuk bisa menjalin kerjasama dengan satgas bencana dalam hal menanggulangi berbagai macam bencana yang terjadi.
"Saat ini personil Satgas Bencana yang sudah diberikan pendidikan dan latihan baru terdapat 200 orang. Itu tersebar di 17 Kecamatan. Jumlah personil satgas tersebut rencannya akan kami tingkatkan. Hal itu bertujuan, agar penaggulangan bencana bisa cepat teratasi sebelum datangnya bantuan dari personil BPBD maupun pihak lain," pungkasnya. (iwn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar