| Kondisi areal persawahan Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, yang terendam banjir. |
PALAS - Hujan yang melanda wilayah Kecamatan Palas beberapa hari belakangan ini, membuat sekitar 70 hektar persemaian tanaman padi harus tanam ulang. Banjir itu merendam beberapa lahan pertanian padi di Desa Pulau Tengah.
Suhadi (35), petani asal Desa Pulau Tengah mengatakan, di desanya ada sekitar 70 hektar bibit persemaian yang habis terendam banjir. Sehingga petani belum bisa melanjutkan kegiatan pertaniannya.
"Jika nanti pada saat air mulai surut kami baru bisa menanam ulang bibit tersebut, berarti kami harus tunda tanam dan pasti akan tunda panen pada saat musim Gaduh (kemarau, red). karena bibit baru kami tebar mas, jadi kami tidak terlalu mengalami kerugian, asalkan jangan pada saat proses pembuahan saja banjir itu datang lagi,"kata Suhadi kepada Radar Lamsel, Senin (28/1).
Paijo (31) petani desa setempat juga mengatakan hal yang sama. "Kalau tahun lalu kami bisa menanam ulang hingga 2-3 kali akibat banjir seperti ini. Kami berharap kejadian di tahun lalu tidak akan terulang lagi ditahun ini. Dengan demikian kami para petani tidak terus-terusan mengalami kerugian karena harus membeli benih tanpa mendapkan hasil,"ujarnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Kecamatan Palas Ujuk Kusnadi,SP mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Tapi hingga saat ini pihaknya belum melaporkan hal itu ke kabupaten.
"Saya memang belum melaporkan musibah tersebut, akan tetapi saya hanya mengimbau para petani yang tanamnya terkena banjir, agar segera mungkin mengganti bibit yang terendam dengan yang baru. jika harus menunggu bantuan maka sangat lama turunya. Dikhawatirkan malah petani terlambat tanam, tapi tetap nantinya akan saya laporkan ke Dinas PTPH Lamsel,"pungkasnya.(ams)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar