Cegah Flu Burung
NATAR - Dinas Peternakan Lampung Selatan (Lamsel), bekerja sama dengan Petugas Veteriner Unggas Komersil (PVUK ) dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan ) Kecamatan Natar memberian vaksin H5N1 (flu burung) terhadap kurang lebih 700 itik di kelompok ternak Itik Makmur, Desa Negara Ratu Kecamatan Natar, Sabtu (26/01).
NATAR - Dinas Peternakan Lampung Selatan (Lamsel), bekerja sama dengan Petugas Veteriner Unggas Komersil (PVUK ) dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan ) Kecamatan Natar memberian vaksin H5N1 (flu burung) terhadap kurang lebih 700 itik di kelompok ternak Itik Makmur, Desa Negara Ratu Kecamatan Natar, Sabtu (26/01).
Hal itu dilakukan untuk mengatasi serta mengantisipasi wabah flu burung yang menyerang itik di kabupatan setempat. Menurut petugas Dinas Peternakan Lamsel Nadia, telah diserahkan bantuan kepada para peternak di Kecamatan Natar Lampung Selatan, vaksin H5N1 sebanyak 2 ribu dosis. “Sekaligus disertakan para petugas ahli yang langsung bertindak melakukan proses vaksinasi kepada itik, selain itu juga dilakukan pembersihan kandang serta penyemprotan disinpektan pada lokasi kandang . ini merupakan upaya untuk menanggulaangi wabah flu burung yang menyerang itik,” paparnya.
Nadia menambahkan, aturan untuk pemberian vaksin yang baik pada itik adalah 0,3 mili untuk setiap ekornya, dan diulang enam bulan sekali agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang di harapkan , sementara yang di lakukan di Kecamatan Natar adalah vaksinasi pertama. “Sebelumnya Kecamatan Palas dan Seragi telah lebih dulu memperoleh bantuan yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, ketua kelompok ternak Itik Makmur Nanang Kiswandi menyambut baik bantuan yang di berikan oleh Dinas Peternakan Lamsel. Sebab, dengan demikian itik miliknya dapat terhindar dari serangan firus H5N1 yang membuat 300 ekor itiknya mati beberapa waktu lalu. “Saya merasa senang dengan bantuan yang di berikan pada kelompok kami karna kami bisa merugi bila itik kami banyak yang mati, “ katanya.
Nanang menceritakan, pada awalnya itik-itik di peternakan miliknya dan anggota lainnya mati mendadak sekitar satu bulan yang lalu. “Dari hari itu itik-itik mati bergilir dengan jumlah macam, macam. Jumlah terbanyak pada tanggal 27 Desember 2012 yakni sebanyak 67 ekor,” akunya .
Dia melanjutkan, bila diakumulasikan setidaknya ada 300 ekor itik yang terserang flu burung. Dia mengaku virus tersebut menyerang tiga jenis itik yang ada di peternakannya yakni itik Mojosari, Peking dan Hibrida. “Semua jenis kena mas, yang baru menetas umur seminggu pun ikut kena,” keluhnya. (Rdo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar