Home » » DBD Kembali Renggut Korban Jiwa

DBD Kembali Renggut Korban Jiwa

Written By Radar Lamsel on Senin, 07 Januari 2013 | 23.15

Puluhan Warga Lainnya Terserang




Puskesmas Tanjungbintang kerahkan tiga alat fogging untuk pengasapan di dua desa.Foto Affandi

KALIANDA – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan terus merenggut korban jiwa. Jika sebelumnya 6 korban jiwa berjatuhan dari Kecamatan Ketapang, kali ini korban jiwa berasal dari Kecamatan Tanjungbintang.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, korban meningga akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu adalah David Kurniawan (5), warga Desa Jatibaru Kecamatan Tanjungbintang. Anak Ngadiman yang bersekolah di TK Alazar Jatibaru itu dikabarkan sempat masuk ke Rumah Sakit Imanuel Bandarlampung pada, Jum’at (4/1) dan meninggal dunia pada Minggu (6/1).

Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Rodhi,S.K.M didampingi Kasi Surveilen Diskes Lamsel Kristi Hendrawati, S.K.M membenarkan hal tersebut. Menurutnya, tim dari Diskes Lamsel telah terjun kelapangan untuk melakukan berbagai upaya penanggulangan dilokasi.
“Tim tengah melakukan penyelidikan epidemilogi terhadap laporan itu,” kata Kristi kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.

Fogging focus juga telah dilakukan tim dari Diskes Lamsel beserta Puskesmas Tanjungbintang. Dari catatan pihak Puskesmas Tanjungbintang, korban DBD yang terdeteksi sejak Desember 2012 hingga Januari 2013 ini mencapai 40 kasus. Jumlah ini menambah deretan kasus DBD yang terjadi di Kecamatan Ketapang.

Dari Kecamatan Ketapang, 6 orang sebelumnya meninggal dunia dan 14 orang dinyatakan positif DBD. Lainnya, sebanyak puluhan orang atau sekitar 40 an orang terduga DBD dirujuk ke RSUD dr. Bob Bazar, S.K.M. Hingga kini RSUD milik Pemkab Lamsel itu banyak merawat pasien DBD.

Pemkab Lamsel telah menyatakan serangan DBD yang terjadi diawal tahun yang merupakan masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemkab melalui satuan kerja kesehatan juga terus melakukan berbagai upaya penanggulangan penyakit tersebut. Mulai dari penyelidikan kasus (epidemologi), gerakan pemberatasan sarang nyamuk (PSN), hingga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan menerapkan PHBS dan 3M plus.

Kepala Puskesmas Tanjungbintang Jamaluddin, S.K.M, mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penanggulangan penyakit DBD di Tanjungbintang. Khusus di tiga desa yakni Desa Serdang dan Jatibaru.

Dia mengatakan, pemberantasan penyakit DBD harus dilakukan semua pihak termasuk warga. “Menjaga lingkungkan merupakan hal yang sangat penting. Sebab, kalau hanya melakukan pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa,” katanya.

Di Kecamatan Ketapang, enam desa juga ditetapkan sebagai Desa Siaga DBD. Keenam desa itu antara lain Sripendowo, Legundi, Pematangpasir, Sidoasri, Ketapang dan Bangunrejo.

Kasi Surveilens Diskes Lamsel Kristi Hendrawati mengatakan, sejak ditetapkan sebagai KLB, kerja penanganan penanggulangan dan pemberantasan DBD di Kabupaten Lamsel bertambah ekstra. Hampir setiap hari petugas dari Diskes Lamsel berada dilokasi untuk memantau perkembangan penyakit tersebut.

Kendati begitu, dari observasi yang dilakukan selama ini, tidak ada fenomena khusus mengenai banyaknya korban yang berjatuhan selama ini. Kristi mengatakan, kecendrungan korban DBD bermunculan karena peralihan musim yang saat ini tengah terjadi.

“Kalau fenomena memang tidak ada. Tapi memang Ketapang endemik DBD. Hanya saja korbannya memang diluar dugaan karena melebihi Kecamatan Natar,” kata Kristi.

Hingga beberapa hari kedepan, petugas kesehatan tetap akan berada dilokasi. Sosialisasi kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Ketapang juga tengah dijadwalkan Diskes Lamsel dalam beberapa hari kedepan. “Perlu mengingatkan ulang kembali pentingnya menjaga lingkungan. Ini akan kami lakukan secara kontinuitas,” ujar Kristi. (edw)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Radar Lamsel - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website