Puskesmas dan Kecamatan Gencar Sosialisasi
SIDOMULYO - Pemerintah Kecamatan Sidomulyo dan Puskesmas Sidomulyo melakukan sosialisasi ke daerah endimik DBD di tiga desa yakni Sidorejo, Sidodadi dan Seloretno. Kegiatan itu dilakukan dengan membagikan pamlet dan bubuk abate secara gratis, diharapkan warga bisa melakukan tindakan cepat sewaktu-waktu ada yang terkena DBD.
Camat Sidomulyo, Drs. Wiwied Priyanto saat memberikan pengarahan DBD di SDN 3 Sidodadi mengatakan, wabah DBD mulai menyerang warga yang diharapkan kepada anak-anak agar waspada mulai dari sekarang. Hal sama juga dikatakan kepada para guru agar memberikan tindakan bila sewaktu-waktu ada tanda-tanda DBD pada anak-anak saat jam belajar sekolah.
"Kami harapkan agar sekolah menjadi kebersihan lingkungan. Apalagi saya dengar di sekolah ini pada tahun 2012 ada dua korban DBD. Makanya ini yang perlu diwaspadai dari sekarang dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi pada tahun ini. Tentunya, upaya yang dilakukan haruslah sama-sama sinergi antara murid, guru, petugas kesehatan dan warga sekitar. Karena tanpa dukungan ini semua, tidak mungkin DBD bisa diantisipasi,"kata Wiwied Priyanto.
Kepala Puskesmas Sidomulyo, Darmawan, SKM mengatakan, pihak Puskesmas memfokuskan daerah yang menjadi endemik DBD untuk diberikan penyuluhan baik di masyarakat ataupun sekolah-sekolah. Selain daerah endemik, desa yang pada tahun lalu ada warga yang menjadi korban DBD juga tidak luput dari sasaran Program Kesehatan dan prevasif.
"Sekarang ini yang menjadi target utama kita adalah daerah endemik DBD khususnya di tiga desa. Kita berikan penyuluhan kepada masyarakat dengan menyebarkan pamlet dan juga bubuk abate secara gratis. Kalau di Desa yang baru satu tahun terkena DBD belum kita masukkan endemik, tetapi tetap akan kita pantau terus. Untuk sekarang ini, sasaran kita masih sekolah-sekolah dulu dan selanjutnya baru ke desa-desa,"ujar Darmawan.
"Kita juga berharap, masyarakat cepat tanggap saat mengetahui ada yang merasakan sakit panas. Karena informasi yang diberikan kepada kami merupakan jaringan di tingkat bawah dan kita akan secepatnya mendatangkan petugas survalent ke tempat warga yang teridentifikasi terkena DBD. Itulah harapan kami kepada masyarakat atas kerjasamanya,"pungkasnya.
Kepala SDN 3 Sidodadi, Nyoman Merte, S.Pd didampingi Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sidomulyo, Surono, S.Pd mengakui pada tahun 2012 ada dua anak didiknya yang terkena DBD. Beruntung keduanya cepat ditangani sehingga bisa sembuh. Ia berharap tidak ada lagi anak didiknya yang terkena DBD.
"Saya sangat berterima kasih sekolah kami mendapatkan penyuluhan DBD dari Pak Camat dan Puskesmas Sidomulyo. Harapan saya, dengan telah mendapatkan penyuluhan, anak-anak bisa memberikan pamflet dan bubuk abate ke orangtuanya dirumah. Mudah-mudahan kejadian tahun lalu tidak terjadi lagi disini,"kata Nyoman Merte. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar