| Menjemur jagung dilakukan buruh di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji. Harga jagung kering giling kini terus mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. |
WAY PANJI - Sejak dua pekan terakhir, harga jagung kering giling di tingkat pedagang terus mengalami penurunan. Semula harga jagung yang dibeli dari petani masih berkisar Rp 2.100 perkilogram. Namun saat ini turun menjadi Rp 1.700 perkilogram. Bahkan diprediksi harga jagung akan terus mengalami penurunan seiring meningkatnya jumlah panen jagung pada beberapa pekan kedepan.
Tedjo (42), salah seorang pedagang jagung mengakui, harga terus mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. Ia hanya mengikuti arus pasar terhadap harga jagung terus turun. Karena naik turunnya harga tersebut tergantung dengan gudang yang menerimanya.
"Kami biasa membeli jagung kering giling dari petani dan harganya sekarang ini terus turun setiap dua-tiga hari. Kalau kita beli mahal, nantinya gudang menerimanya juga tidak berani mahal. Makanya kita membeli jagung menyesuaikan dengan harga pasar. Karena kalau tidak seperti itu, kita sendiri yang akan mengalami kerugian,"kata Tedjo, Minggu (10/2).
Hal sama diungkapkan Mat Kriting (41) pengupul jagung di Pasar Sidomulyo. Saat ini harga jagung pipilan kering dibeli dengan harga Rp 2.300 perkilogram, jagung pipilan basah dibeli dengan harga Rp 1.650 perkilogram dan harga jagung glondongan dibeli Rp 1.100 perkilogram. Harga tersebut cenderung turun sedikit demi sedikit dan alkhirnya mencapai Rp 400 perkilogramnya.
"Dalam satu hari, hanya bisa menampung paling banyak 1 ton jagung yang dijual dari petani di Kecamatan Sidomulyo. Karena sekarang ini belum panen raya jagung, jadi belum seberapa banyak yang menjual. Kalau sudah panen raya nanti, harga jagung bisa jadi hanya Rp 1.000 perkilogramnya. Sedangkan jagung yang telah terkumpul ini, biasanya saya jual kembali ke agen besar yang ada di Bandar Lampung,"ujar Mat Kriting.
Sementara itu, Mahmud (32) salah seorang petani di Desa Sukamaju Kecamatan Sidomulyo mengatakan, ia hanya menanam jagung di lahan seluas 1 hektar. Jika melihat hasil tanamannya, diperkirakan akan mengalami panen yang lumayan bagus.
"Saya berharap panen nanti meningkat dan harga masih cukup tinggi. Dari perhitungan modal, proses persiapan, menanam sampai panen memakan waktu 3,5 bulan, kalau hasilnya berkurang tentu akan merugikan petani. Mudah-mudahan saja, harganya masih tinggi dan kami tidak rugi nantinya,"kata Mahmud. (gus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar